Malang – (tabloidpilarpost.com) — Harapan baru mulai dirasakan keluarga besar SD Negeri 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Setelah berbulan-bulan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kondisi darurat akibat terdampak proyek pelebaran Jalan Raya Gondanglegi–Balekambang, rencana pembangunan ruang kelas baru dan pagar pengaman kini memasuki tahap awal.
Pada Kamis (23/7/2026), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang bersama tim konsultan turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei dan pengukuran kondisi fisik sekolah.
Survei tersebut dilakukan menyusul pembongkaran sebagian gedung ruang kelas IV dan pagar pembatas sekolah sejak Januari 2026. Pembongkaran itu merupakan dampak dari proyek strategis nasional pelebaran jalur Jalan Raya Gondanglegi–Balekambang.
Dampak pembongkaran membuat ruang kelas IV mengalami kerusakan cukup serius. Bagian sisi timur ruangan terbuka tanpa dinding penutup sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN 1 Srigonco, Kuma’yah, S.Pd., mengatakan kondisi tersebut sempat memaksa 18 siswa kelas IV berpindah tempat belajar.
“Karena kondisi kelas terbuka dan dinilai rawan terhadap keselamatan anak-anak, kegiatan belajar mengajar sempat kami pindahkan ke musala sebelum akhirnya dipindahkan lagi ke ruang TIK atau laboratorium,” ungkap Kuma’yah saat dikonfirmasi media.
Ia berharap pembangunan fasilitas pengganti dapat segera direalisasikan.
“Kami sangat berharap perbaikan ini bisa direalisasikan secepatnya,” harapnya.
Selain ruang kelas, keberadaan pagar pembatas juga menjadi perhatian serius. Pasca pelebaran jalan, posisi sekolah kini semakin dekat dengan jalur utama yang menjadi akses menuju kawasan wisata Malang Selatan dan memiliki tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi.
Ketiadaan pagar pengaman dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan para siswa.
Menanggapi kondisi tersebut, tim teknis DPKPCK Kabupaten Malang melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik prioritas yang membutuhkan penanganan.
Staf DPKPCK Kabupaten Malang, Novin Suprianto, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk mengukur volume fisik bangunan yang terdampak sekaligus menghitung kebutuhan pembangunan pagar pengaman.
“Hasil survei lapangan ini segera kami laporkan kepada pimpinan untuk penyusunan tahapan anggaran. Prioritas kami adalah membangun kembali tembok ruang kelas IV yang terpotong serta mendirikan pagar depan sekolah demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para siswa selama belajar,” tegas Novin di sela-sela peninjauan.
Rencana pembangunan fasilitas pengganti tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan lintas sektor bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan melalui mekanisme anggaran Perubahan APBD (PAK) Kabupaten Malang, sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan sebelum berakhirnya Tahun Anggaran 2026.
Kondisi SDN 1 Srigonco menjadi gambaran penting bahwa pembangunan infrastruktur strategis harus tetap diikuti dengan pemulihan fasilitas publik yang terdampak, khususnya sarana pendidikan.
Kini, keluarga besar SDN 1 Srigonco menanti realisasi janji perbaikan tersebut agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak.
![]()









