Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memaparkan capaian indikator makro pembangunan tahun 2025 yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor strategis.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang tahun 2025 tercatat mencapai 74,59 poin, meningkat 0,77 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 73,82. Capaian ini bahkan telah melampaui target RPJMD 2025 dan semakin mendekati target 2026 sebesar 74,65.
Peningkatan IPM didorong oleh perbaikan pada tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Usia Harapan Hidup dan Pendidikan Meningkat, Pada dimensi kesehatan, Usia Harapan Hidup (UHH) tahun 2025 mencapai 75,57 tahun, meningkat dari 75,16 tahun pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan akses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC), pembangunan RSUD di sejumlah wilayah, serta revitalisasi puskesmas.
Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 12,22 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 8,31 tahun. Keduanya mengalami peningkatan dan telah melampaui target RPJMD 2025.
Pemkab Karawang terus memperkuat sektor pendidikan melalui rehabilitasi ruang kelas, bantuan biaya pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan pendidikan nonformal.
Ekonomi Tumbuh 6,40 Persen di Triwulan III 2025 Dari sisi ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Karawang pada Triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 6,40 persen (year on year), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,73 persen.
Secara rata-rata hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,2 persen. Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 72 persen terhadap PDRB.
Namun demikian, perlambatan industri pada awal tahun dipengaruhi faktor global seperti ketidakpastian ekonomi, kenaikan tarif impor, serta gangguan rantai pasok.
Kemiskinan Turun, Pengeluaran Per Kapita Naik, Tingkat kemiskinan di Karawang pada Maret 2025 tercatat 7,08 persen atau sekitar 169,8 ribu jiwa. Angka ini turun 0,78 persen dibandingkan tahun 2024 dan sudah melampaui target RPJMD 2025 sebesar 7,5 persen.
Penurunan kemiskinan didorong oleh optimalisasi DTKS/DTEN, program bantuan sosial, subsidi energi, pengendalian inflasi, serta program pengurangan kantong kemiskinan.
Sementara itu, pengeluaran per kapita masyarakat Karawang meningkat dari Rp12,942 juta pada 2024 menjadi Rp13,251 juta pada 2025. Kenaikan ini mengindikasikan membaiknya daya beli masyarakat seiring terjaganya inflasi dan stabilitas ekonomi daerah
Dalam dokumen Target Indikator Makro Tahun 2027, Pemkab Karawang menargetkan:
Pertumbuhan ekonomi: 5,47–7,41 persen, PDRB per kapita: Rp143,68–145,43 juta, Tingkat kemiskinan: 6,16–6,72 persen, Tingkat pengangguran terbuka: 7,72–8,43 persen, IPM: 74,67, Rasio Gini: 0,371–0,394
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui sembilan langkah konkret, antara lain percepatan realisasi APBD, penguatan investasi, pengendalian inflasi, perluasan lapangan kerja, peningkatan produktivitas sektor unggulan, hingga kemudahan perizinan usaha.
Dalam perbandingan indikator makro kabupaten/kota di Jawa Barat, Karawang berada pada: Peringkat ke-15 IPM, Peringkat ke-13 pertumbuhan ekonomi, Peringkat ke-12 tingkat kemiskinan, Peringkat ke-3 PDRB per kapita.
Capaian tersebut menempatkan Karawang dalam kategori IPM tinggi dan menunjukkan tren pembangunan yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi global.
Pemkab Karawang optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan penguatan sektor industri, pendidikan, serta kesehatan, kualitas hidup masyarakat akan terus meningkat secara berkelanjutan.(ADV)
![]()









