SERANG – TABLOID PILAR POST |
Ketegangan antara Pesanggrahan Tjimade Banten Indonesia (PTBI) dan PT WOM Finance kian memanas. Setelah mediasi yang diharapkan menjadi solusi justru berakhir tanpa hasil, PTBI bersama aliansi delapan ormas besar kini bersiap melancarkan aksi “Geruduk” jilid II dengan skala yang diklaim akan jauh lebih besar dan terorganisir.
Gelombang aksi sebelumnya yang mengguncang kantor WOM Finance di Serang, Kamis (30/10/2025), rupanya hanya menjadi “pemanasan awal” dari kemarahan publik terhadap praktik penarikan paksa kendaraan yang dinilai sewenang-wenang dan melanggar hukum.
Menurut Rio PTBI, selaku koordinator aksi, WOM Finance tetap bersikeras menuntut pelunasan sisa hutang sebesar Rp44 juta untuk pengembalian mobil anggota PTBI yang disita debt collector.
Sementara pihak korban hanya mampu melakukan pelunasan sebesar Rp30 juta, setelah sebelumnya menawarkan Rp25 juta sebagai bentuk itikad baik.
> “Perbedaan nilai ini bukan hanya soal angka, tapi soal keadilan. WOM Finance tidak menunjukkan empati terhadap kesulitan rakyat kecil,” tegas Rio dengan nada kecewa.
—
Senada, Ruli Raditiya, Sekjen PTBI, menilai pihak perusahaan pembiayaan tersebut tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan persoalan secara bermartabat.
> “Kami sudah membuka ruang dialog, tapi mereka menutup pintu. Mereka lebih memilih berdiri di atas kesombongan korporasi ketimbang rasa kemanusiaan,” ujarnya dengan nada tegas.
Kini, PTBI dan aliansi ormas tengah menyusun strategi aksi jilid II. Tak hanya sekadar turun ke jalan, aksi berikutnya disebut akan lebih kreatif, terukur, dan berfokus pada tekanan publik agar WOM Finance bertanggung jawab atas tindakan debt collector yang dinilai melanggar hak-hak konsumen.
Ansor, perwakilan PTBI, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar soal satu kendaraan, tetapi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang menindas rakyat kecil.
> “Kami tidak akan mundur sejengkal pun. Kami akan terus berjuang hingga keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya membara.
—
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah dilaporkan mulai meningkatkan kewaspadaan dan siap memfasilitasi dialog lanjutan antara PTBI dan WOM Finance guna mencegah eskalasi yang lebih besar.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan membuka kembali perdebatan panjang tentang praktik penarikan paksa oleh debt collector yang kerap menimbulkan keresahan masyarakat.
Publik menuntut pemerintah bertindak tegas menertibkan lembaga pembiayaan yang abai terhadap etika dan hukum dalam menjalankan operasionalnya.
✍️ Laporan: Achmad Khotib – Kaperwil Banten, Tabloid Pilar Post
![]()









