Semarang,(Tabloidpilarpost.com) — Polusi udara yang semakin memburuk dalam beberapa pekan terakhir memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah kota besar di Indonesia. Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kualitas udara yang menurun dengan cara menggunakan masker dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Lestari Wulandari, menyebutkan bahwa sejak awal Oktober 2025, jumlah pasien ISPA yang datang ke fasilitas kesehatan mengalami peningkatan hingga 40 persen dibanding bulan sebelumnya.
> “Sebagian besar pasien adalah anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Polusi udara dan perubahan cuaca menjadi pemicu utama,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Data dari Dinkes menunjukkan bahwa tingginya kadar PM2.5 dan karbon monoksida di udara menjadi faktor utama penyebab meningkatnya gangguan pernapasan. Aktivitas kendaraan bermotor dan minimnya ruang hijau di perkotaan turut memperparah kondisi tersebut.
Dokter spesialis paru dari RSUD dr. Kariadi, dr. Bimo Hartanto, Sp.P, menjelaskan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan serius pada paru-paru.
> “Udara yang tercemar bisa memperparah penyakit pernapasan, terutama bagi penderita asma atau perokok aktif. Gunakan masker N95 saat keluar rumah untuk mengurangi risiko,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Semarang berencana memperluas area penghijauan dan memperketat uji emisi kendaraan bermotor. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah, menjaga ventilasi rumah tetap baik, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Langkah-langkah sederhana ini diharapkan dapat membantu menekan penyebaran ISPA sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di tengah ancaman polusi udara yang terus meningkat.
Penulis: Senoaji
![]()









