https://wa.me/message/BV47FMX3QBOIJ1 https://wa.me/message/BV47FMX3QBOIJ1
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Penawaran Pemasangan Iklan
  • Kontak Kami
Rabu, 2 September 2026
  • Login
Tabloid Pilar Post
ADVERTISEMENT
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Tabloid Pilar Post
No Result
View All Result
Home Pilar Banten

Forwatu Banten Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Pencurian Pasir Laut oleh PT Wijaya Kusuma Contractor

Achmad Khotib by Achmad Khotib
10/10/2025
in Pilar Banten
0
Forwatu Banten Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Pencurian Pasir Laut oleh PT Wijaya Kusuma Contractor

Banten, (tabloidpilarpost.com)  – Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) mengecam keras tindakan PT Wijaya Kusuma Contractor (WKC) yang diduga melakukan pencurian pasir laut secara ilegal di wilayah pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Material pasir laut itu disebut-sebut digunakan sebagai kemasan pasir landai (landfill) untuk pembangunan Hotel Mercure Anyer, salah satu proyek komersial yang tengah berjalan di kawasan wisata Anyer.

Baca juga:

  • Divisi Publikasi Kecam Pengancaman Terhadap Ketua Umum Forwatu Banten
  • Merasa Keberatan atas Ancaman dan Hinaan Terhadap Marwah Organisasi, Forwatu Banten…

Tindakan tersebut dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencerminkan keserakahan korporasi yang mengorbankan ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir.

Presidium Forwatu Banten, Arwan, S.Pd., M.Si, menyatakan keprihatinan sekaligus kemarahan terhadap praktik ilegal tersebut. Menurut Arwan, tindakan ini merupakan kejahatan lingkungan yang sistematis dan harus disikapi secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini pencurian sumber daya alam yang dilindungi undang-undang. Laut Banten bukan milik korporasi. Kalau negara diam, maka rakyat yang akan menanggung akibatnya,” tegas Arwan, Jumat (10/10/2025).

Menurut pantauan Forwatu Banten, aktivitas pengerukan pasir laut di wilayah Carita dilakukan tanpa izin resmi dari instansi berwenang. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara mengangkut pasir laut menggunakan truk dan alat berat ke lokasi proyek di Anyer.

Modus seperti ini telah berulang kali terjadi di wilayah pesisir Pandeglang dan Serang, namun penegakan hukumnya kerap tumpul ketika menyentuh kepentingan bisnis besar.

Forwatu menilai, praktik semacam ini merupakan bentuk perampasan ekologis (ecological grabbing) yang berdampak luas terhadap lingkungan, mulai dari kerusakan terumbu karang, abrasi pantai, menurunnya hasil tangkapan nelayan, hingga potensi bencana pesisir.

“Ketika pasir laut dikeruk, yang hilang bukan hanya material, tapi juga kehidupan masyarakat pesisir. Negara harus berpihak kepada rakyat, bukan kepada korporasi yang merusak,” ujar Arwan dengan nada keras.

Arwan menegaskan, praktik penambangan pasir laut tanpa izin seperti yang diduga dilakukan PT WKC jelas melanggar berbagai ketentuan perundang-undangan di Indonesia, antara lain:

• Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 junto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil,

• Pasal 35 huruf (a) secara tegas melarang setiap orang melakukan penambangan pasir di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem.

• Pelanggaran terhadap pasal ini dapat dikenai sanksi pidana sesuai Pasal 73 ayat (1) dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

• Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),

• Pasal 98 ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dipidana penjara 3–10 tahun serta denda Rp3–10 miliar.

• Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba),

• Pasal 158 menyebut, siapa pun yang melakukan kegiatan penambangan tanpa izin resmi (IUP, IPR, IUPK) dipidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

• Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut, Mengatur bahwa pengambilan pasir laut hanya dapat dilakukan untuk kepentingan strategis nasional dengan izin khusus dan kajian lingkungan yang ketat. Dalam kasus ini, proyek komersial seperti pembangunan hotel tidak termasuk dalam kategori tersebut.

“Artinya jelas apa yang dilakukan PT WKC bukan hanya ilegal, tetapi juga bertentangan dengan seluruh prinsip hukum lingkungan nasional,” tegas Arwan.

Forwatu Banten mendesak Polda Banten, Ditpolairud, dan Kejaksaan Tinggi Banten untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas tersebut.

Arwan juga meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta

Loading

Tags: Dugaan Pencurian PasirForum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten)PT Wijaya Kusuma Contractor
https://wa.me/qr/YHEMUDHEIEQNP1
Previous Post

Diduga “Tanam” Jawara Hadang Surat Somasi, Forwatu Banten Geram: Siap Turun Aksi di Dapur MBG Sohibul Muslimin

Next Post

“Nomor Wartawan Diblokir! PT WKC Diduga Menjarah Laut Banten — Forwatu & Tabloid Pilar Ledakkan Kritik: Aparat Jangan Diam!”

Berita Lainnya

Yulianti, Pendonor Darah Inspiratif yang Menebar Harapan bagi Anak Talasemia di Lebak

Yulianti, Pendonor Darah Inspiratif yang Menebar Harapan bagi Anak Talasemia di Lebak

by Achmad Khotib
02/09/2026
0

Lebak, (tabloidpilarpost.com) - Di tengah kesibukan dan rutinitas kehidupan, masih ada tangan-tangan tulus yang memilih berbagi untuk sesama. Salah satunya...

10 Titik Galian Diadukan ke Polda Banten, Dugaan PETI Batu Bara Cihara Masuk Babak Baru

10 Titik Galian Diadukan ke Polda Banten, Dugaan PETI Batu Bara Cihara Masuk Babak Baru

by tim inv
02/09/2026
0

Lebak, (tabloidpilarpost.com) -  Dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) batu bara di wilayah Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, memasuki...

LSM GMBI, Ormas BPPKB dan PERPAM Resmi Laporkan Kapolda Banten Ke Propam Mabes Polri : Akankah Hukum Berhenti Karena Nilai Materi ???

LSM GMBI, Ormas BPPKB dan PERPAM Resmi Laporkan Kapolda Banten Ke Propam Mabes Polri : Akankah Hukum Berhenti Karena Nilai Materi ???

by Achmad Khotib
02/09/2026
0

Tabloidpilarpost.com, JAKARTA – Gelombang tuntutan keadilan atas kasus penculikan aktivis Lebak, Fam Fuk Jhong, memasuki babak baru. Hari ini, tiga...

SP3 KASUS FAM FUK JHONG DIPERTANYAKAN! KETUM PERPAM: PROPAM POLRI JANGAN TUTUP MATA, PERIKSA KAPOLDA BANTEN!

SP3 KASUS FAM FUK JHONG DIPERTANYAKAN! KETUM PERPAM: PROPAM POLRI JANGAN TUTUP MATA, PERIKSA KAPOLDA BANTEN!

by Achmad Khotib
01/09/2026
0

tabloidpilarpost.com SERANG – 1 SEPTEMBER 2026 — Polemik penghentian penyidikan perkara dugaan penculikan terhadap aktivis Kabupaten Lebak, Fam Fuk Jhong,...

Ormas Perpam, BPPKB Banten dan LSM GMBI Lebak Resmi Laporka Kapolda Banten Ke Propam Polri : Akankah Hukum Berhenti Karena Nilai Materi ???

Ormas Perpam, BPPKB Banten dan LSM GMBI Lebak Resmi Laporka Kapolda Banten Ke Propam Polri : Akankah Hukum Berhenti Karena Nilai Materi ???

by Achmad Khotib
01/09/2026
0

tabloidpilarpost.com JAKARTA – Gelombang tuntutan keadilan atas kasus penculikan aktivis Lebak, Fam Fuk Jhong, memasuki babak baru. Hari ini, tiga...

Jembatan Penghubung Lebak–Pandeglang Ambles, Warga: Jangan Tunggu Putus Total Baru Bertindak

Jembatan Penghubung Lebak–Pandeglang Ambles, Warga: Jangan Tunggu Putus Total Baru Bertindak

by ARMAN MAN
01/09/2026
0

Lebak, (tabloidpilarpost.com)Kondisi memprihatinkan terlihat pada sebuah jembatan gantung yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat antara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Jembatan...

Next Post
“Nomor Wartawan Diblokir! PT WKC Diduga Menjarah Laut Banten — Forwatu & Tabloid Pilar Ledakkan Kritik: Aparat Jangan Diam!”

“Nomor Wartawan Diblokir! PT WKC Diduga Menjarah Laut Banten — Forwatu & Tabloid Pilar Ledakkan Kritik: Aparat Jangan Diam!”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Berita Populer

  • Cerita Diki Nugraha Pembina Utama Taksi Bluebird Bandung Barat, Ini Katanya

    Cerita Diki Nugraha Pembina Utama Taksi Bluebird Bandung Barat, Ini Katanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol-PP KBB Tertibkan Baliho Tidak Berijin, Termasuk Baliho Hengki Kurniawan, Ini Kata Kasatpol PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPC Organda Bandung Barat Menyesalkan atas Kurangnya Koordinasi dengan Bluebird

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Kecelakaan Kerja PT Migook Indonesia Dan Keluarga Akhirnya Sepakat Secara Kekeluargaan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aroma Busuk Korupsi di Desa Cihaurkuning: Dana BUMDes Ratusan Juta Diduga Digondol!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Daerah
  • Hukum
  • Informasi
  • Kasus
  • Keagamaan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pilar Bali
  • Pilar Banten
  • Pilar Jabar
  • Pilar Jakarta
  • Pilar Jambi
  • Pilar Jateng
  • Pilar Jatim
  • Pilar Kalimantan
  • Pilar Lampung
  • Pilar Maluku
  • Pilar NTB
  • Pilar NTT
  • Pilar Papua
  • Pilar Riau
  • Pilar Riou
  • Pilar Sulawesi
  • Pilar Sumatra Selatan
  • Pilar Sumatra Utara
  • Pilar Tangerang
  • Politik
  • Sosial
  • Uncategorized
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Penawaran Pemasangan Iklan
  • Kontak Kami
Pasang Iklan : 0882-2436-0931

© 2021 tabloidpilarpost.com

  • Login
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Hukum
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olah Raga

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In