Tabloid Pilar Post | Banten –
Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) menyatakan sikap tegas atas adanya dugaan ancaman, intimidasi, serta hinaan yang dinilai telah mencederai marwah dan kehormatan organisasi. Menyikapi hal tersebut, Forwatu Banten tengah menyiapkan langkah hukum berupa laporan resmi kepada aparat penegak hukum.
Presidium Forwatu Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya menyerang individu, tetapi juga mencederai nama baik organisasi yang selama ini dikenal aktif mendampingi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
“Kami merasa keberatan atas ancaman dan hinaan yang ditujukan kepada Forwatu Banten. Padahal selama ini kami selalu hadir mendampingi masyarakat dan mengedepankan kepentingan warga, bukan kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Arwan, Minggu ( 28/12/2025).
Arwan, S.Pd., M.Si., menjelaskan, Forwatu Banten memiliki rekam jejak panjang dalam kerja-kerja sosial dan pendampingan warga. Selain membangun Istana Yatim, memperbaiki rumah tidak layak huni, mendirikan mushola, serta membantu sekolah dan madrasah, Forwatu Banten juga konsisten mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan sosial, hukum, dan kemanusiaan.
Pendampingan tersebut mencakup pengawalan aspirasi warga, fasilitasi dialog dengan pihak terkait, hingga membantu masyarakat kecil agar hak-haknya tidak terabaikan. Bahkan, Forwatu Banten turut membantu pembangunan jembatan warga yang hampir putus, demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Bagi kami, kepentingan masyarakat adalah yang utama. Itulah prinsip yang selalu kami pegang dalam setiap langkah Forwatu Banten,” lanjut Arwan.
Meski mengedepankan dialog dan persaudaraan, Forwatu Banten menegaskan tidak akan tinggal diam jika marwah organisasi dilecehkan. Saat ini, bukti-bukti dan keterangan saksi tengah dikumpulkan sebagai bagian dari persiapan laporan hukum.
Kejadian dugaan yang mengarah kepada Intimidasi dan Penghinaan terjadi pasca Presidium Forwatu Banten dengan sekum Forwatu Banten lakukan Kunjungan ke salah Stockpile Batubara di Wilayah Pamubulan Bayah Lebak.
“Jika merasa benar dan miliki cukup bukti soal IUP dan dampak yang positif atas kehadiran Stockpile buktikan ke Publik! Namun hari ini di Rapat Internal Khusus Kami sudah siapkan skenario pelaporan agar Stakeholder dapat turun ke Lokasi!” Ucap Arwan.
Forwatu Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah, menghormati hukum, dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah. Organisasi ini menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata dan pendampingan yang berpihak kepada kepentingan warga banyak.
Hingga berita ini diterbitkan, Forum Warga Bersatu Banten memastikan langkah hukum ditempuh secara profesional, tanpa mengurangi komitmen organisasi dalam mengabdi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat.









