Malang, (tabloidpilarpost.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Malang resmi memulai survei lapangan untuk menentukan lokasi halte Bus Trans Jatim Koridor II. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) ini menjadi bagian dari persiapan menuju operasional layanan angkutan massal tersebut yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Tim gabungan melakukan peninjauan langsung di sepanjang jalur strategis yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi Kota Malang hingga Terminal Talangagung, Kepanjen. Rute survei melintasi sejumlah kawasan, termasuk Bululawang dan Gondanglegi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto, turut mendampingi tim dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur selama proses survei berlangsung.
Survei lapangan difokuskan pada penilaian kelayakan infrastruktur di sepanjang jalur. Selain itu, tim juga mengevaluasi kemudahan akses bagi calon penumpang serta aspek keselamatan lalu lintas sebagai dasar penentuan lokasi halte.
Sebanyak 40 titik potensial masuk dalam daftar survei. Lokasi-lokasi tersebut akan dipilih sebagai shelter maupun titik pemberhentian Bus Trans Jatim Koridor II.
Pemerintah akan menyesuaikan pembangunan fasilitas pemberhentian dengan kondisi di lapangan. Pada kawasan yang memiliki lahan memadai, Dishub akan membangun shelter permanen yang nyaman bagi penumpang.
Sementara itu, pada lokasi dengan ruang terbatas, bus akan berhenti di titik henti khusus yang dilengkapi rambu resmi sehingga tetap memenuhi aspek keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II diharapkan mampu meningkatkan kualitas transportasi publik di wilayah Malang Raya. Moda transportasi ini diproyeksikan dapat mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta menyediakan layanan angkutan yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi.
Dengan dimulainya survei lokasi halte, proses persiapan operasional Bus Trans Jatim Koridor II memasuki tahapan penting. Pemerintah berharap seluruh infrastruktur pendukung dapat selesai sesuai jadwal sehingga layanan angkutan massal tersebut dapat mulai melayani masyarakat pada Oktober 2026.
![]()









