LEBAK, TabloidPilarPost.com – Ratusan warga memadati Gedung Serba Guna (GSG) Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Senin (22/06/2026). Dalam suasana yang penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan, Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengajak warga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa.
Kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2025–2026 tersebut berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi hari, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum ibu, hingga para sesepuh desa tampak memenuhi lokasi kegiatan untuk mendengarkan langsung paparan serta berdialog dengan wakil rakyat yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.
Bukan sekadar agenda kedewanan, reses tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan aspirasi rakyat dengan komitmen pembangunan. Berbagai usulan dan harapan masyarakat disampaikan secara terbuka, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kegiatan keagamaan.
Dalam sambutannya, Musa Weliansyah menegaskan bahwa kegiatan reses harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, selama delapan hari pelaksanaan reses di berbagai wilayah, dirinya menginisiasi kegiatan gotong royong bersama warga sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan desa.
“Setelah kegiatan reses selesai, kami melaksanakan gotong royong bersama masyarakat. Saya juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap desa yang menjadi lokasi reses guna membantu perbaikan jalan secara swadaya dan bergotong royong,” ujar Musa.
Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial yang sangat berharga dan harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini.
“Ini menjadi motivasi bagi masyarakat agar tetap semangat bergotong royong. Semangat gotong royong merupakan warisan leluhur yang saat ini mulai memudar,” tuturnya.
Ia menambahkan, budaya gotong royong tidak hanya penting dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
“Bukan hanya untuk memperbaiki jalan, tetapi dalam kehidupan bertetangga juga harus saling membantu, saling peduli, dan memperkuat rasa persaudaraan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, masyarakat Desa Sukatani menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas di wilayahnya. Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah kondisi jalan poros desa yang memerlukan perbaikan demi menunjang aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Sukatani, Hilman Multajim, mengaku bersyukur karena melalui kegiatan reses tersebut masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung kepada anggota DPRD Provinsi Banten.
“Melalui reses ini kami bisa menyampaikan aspirasi masyarakat. Salah satunya terkait usulan perbaikan jalan poros desa yang kondisinya sudah rusak. Alhamdulillah, Pak Musa telah memberikan bantuan berupa material untuk pembangunan jalan tersebut,” ungkap Hilman.
Menurutnya, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur desa merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Wujud Kepedulian, Bantuan Rp20 Juta untuk Kegiatan Keagamaan
Selain mendorong pembangunan fisik, Musa Weliansyah juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kehidupan keagamaan masyarakat Desa Sukatani.
Di hadapan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan ratusan warga yang hadir, Musa menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Desa Sukatani.
Bantuan tersebut disambut hangat oleh masyarakat karena dinilai dapat membantu pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial warga.
“Saya berharap kepada masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama agar terus bersinergi dalam membangun desa. Hari ini saya memberikan bantuan sebesar Rp20 juta yang disaksikan langsung oleh masyarakat. Harapan saya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Desa Sukatani,” ujar Musa.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyentuh dalam kegiatan reses. Sejumlah warga terlihat mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan terhadap kebutuhan keagamaan masyarakat.
Rasa haru dan apresiasi mendalam disampaikan tokoh masyarakat sekaligus Ketua MUI Desa Sukatani, Muhamad Sadim.
Menurutnya, bantuan yang diberikan Musa Weliansyah merupakan bentuk perhatian yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan di tingkat desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dewan Musa yang begitu memperhatikan urusan keagamaan di Desa Sukatani. Selama ini ketika ada kegiatan keagamaan, seperti peringatan hari besar Islam tingkat desa, kami sering harus mengumpulkan iuran dari masyarakat. Hari ini kami merasa sangat terharu dan bangga atas perhatian yang diberikan,” ungkap Sadim.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian terhadap para tokoh agama dan masyarakat yang selama ini terus menjaga tradisi keagamaan di Desa Sukatani.
“Atas nama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Desa Sukatani, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Musa Weliansyah. Semoga segala kebaikan dan kepeduliannya dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah,” tuturnya.
Ketika kegiatan reses berakhir, suasana hangat masih terasa di dalam Gedung Serba Guna. Warga tampak berbincang akrab dengan para tokoh yang hadir, sementara berbagai aspirasi yang telah disampaikan menjadi harapan baru bagi kemajuan Desa Sukatani.
Bagi masyarakat, kehadiran Musa Weliansyah bukan hanya menjalankan tugas konstitusional sebagai wakil rakyat, tetapi juga menghadirkan ruang komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut menjadi pesan penting bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Desa Sukatani yang lebih maju, religius, dan sejahtera di masa mendatang.
Caption Foto :
Ratusan masyarakat memadati Gedung Serba Guna (GSG) Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, saat mengikuti kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, Senin (22/06/2026). Kegiatan berlangsung penuh keakraban, menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kehidupan keagamaan.
Penulis : ARMAN
Editor : ARMAN
Media : TabloidPilarPost.com
![]()









