tabloidpilarpost.com SUKABUMI — Musibah kebakaran menyisakan duka bagi warga RT 06/RW 07, Kampung Cigadog 6, Desa Kerta Jaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Kebakaran terjadi pada Rabu malam, 9 September 2026, sekitar pukul 20.30 WIB dan berdampak terhadap tujuh rumah warga. Sejumlah keluarga harus kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat peristiwa tersebut.
Sehari setelah kejadian, kepedulian terhadap para korban datang dari Koperasi Produsen Bumi Kiara Mineral Sejahtera (KPBMS) bersama Sapu Jagat (SPJ) Cabang Simpenan.
Pada Kamis, 10 September 2026, perwakilan koperasi hadir di tengah warga untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan kepada tujuh keluarga yang terdampak.
Tujuh Korban Terima Bantuan
Bantuan diberikan dengan nominal berbeda sesuai kondisi yang dialami para korban. Berikut rinciannya:
1. Ibu Adah — Rp4.000.000
2. Ma Ukin — Rp4.000.000
3. Bapak Enjang — Rp4.000.000
4. Ma Mae — Rp4.000.000
5. Bapak Aep Gempar — Rp3.000.000
6. Ibu Ica — Rp1.000.000
7. Supriyanto — Rp1.000.000
Berdasarkan rincian tersebut, total bantuan yang disalurkan kepada tujuh korban mencapai Rp21.000.000.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal para korban sekaligus meringankan beban keluarga yang tengah berusaha kembali menata kehidupan setelah musibah.
Ketua Koperasi Bumi Kiara sekaligus perwakilan Sapu Jagat Simpenan, Aji Gunawan, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk silaturahmi dan kepedulian kepada warga yang sedang tertimpa musibah.
«“Alhamdulillah, kita bisa datang bersilaturahmi pada hari Kamis, 10 September 2026. Kedatangan kami dari Koperasi Bumi Kiara untuk bersilaturahmi di tengah suasana duka cita yang sedang dirasakan saudara-saudara kita,” ujar Aji Gunawan.»
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban mereka.
«“Allah Maha Segalanya. Semoga melalui duka cita ini, apa yang kami berikan dapat menjadi wasilah, membawa manfaat dan keberkahan untuk kita semua, terutama bagi para korban kebakaran. Semoga Allah mengganti apa yang telah hilang dengan sesuatu yang lebih baik,” tuturnya.»
Aji juga bersyukur Koperasi Bumi Kiara bersama Sapu Jagat Simpenan dapat hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
«“Alhamdulillah, saya Aji Gunawan, Ketua Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Simpenan, bersyukur sudah bisa membantu warga sekitar yang sedang terkena bencana. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para korban,” ungkapnya.»
Salah seorang korban, Ibu Adah, penerima bantuan sebesar Rp4 juta, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
«“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Setelah kejadian kebakaran ini, kami merasakan kesulitan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan mudah-mudahan bisa membantu memenuhi kebutuhan setelah musibah,” ujar Ibu Adah.»
Ia berharap kepedulian tersebut terus terjaga dan koperasi dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
«“Terima kasih kepada Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat yang sudah peduli kepada kami. Semoga koperasinya semakin maju, tetap jaya dan terus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.»
Selain bantuan dari koperasi, dukungan juga datang dari masyarakat sekitar. Karang Taruna, para pemuda tingkat RT serta warga lingkungan turut memberikan perhatian kepada keluarga yang terdampak kebakaran.
Perwakilan warga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu.
«“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Koperasi Bumi Kiara atas kepedulian terhadap korban kebakaran. Kami juga berterima kasih kepada seluruh warga, Karang Taruna dan para pemuda tingkat RT serta lingkungan yang telah ikut membantu,” ujarnya.»
Warga berharap Koperasi Bumi Kiara dapat terus berkembang dan keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Desa Kerta Jaya.
Kebakaran meninggalkan kerugian dan kesedihan bagi para korban. Namun di tengah musibah tersebut, semangat gotong royong kembali terlihat.
Kehadiran KPBMS bersama Sapu Jagat Cabang Simpenan menjadi bagian dari dukungan masyarakat kepada keluarga korban yang sedang berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Bagi para korban, bantuan yang diterima bukan sekadar nominal. Di baliknya ada perhatian dan kepedulian yang menjadi penyemangat setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
Musibah memang tidak dapat diprediksi. Namun ketika kepedulian bergerak bersama, beban yang berat terasa sedikit lebih ringan.
Dari Kampung Cigadog 6, semangat gotong royong kembali mengingatkan bahwa dalam menghadapi musibah, tidak ada yang benar-benar berjalan sendirian.
Kaperwil Banten








