Banten — Tabloid Pilar Post | Forwatu Banten.
Dalam kehangatan bulan November yang penuh makna, Hari Ayah Nasional menjadi pengingat bagi setiap anak akan cinta dan perjuangan sosok ayah yang tak pernah lelah berkorban. Sosok yang tak menuntut balas, namun terus menabur kasih di balik diam dan langkah tegarnya.
Ungkapan haru datang dari Wiwin Winarti, Wakil Bendahara Umum Forwatu Banten, yang menyebut sosok ayah sebagai “doa yang tak pernah usai”.
Menurutnya, ayah adalah figur keteguhan yang menanggung beban tanpa keluh, namun selalu menebar kasih dengan cara yang sederhana.
> “Ayah tak banyak bicara, tapi setiap tindakannya adalah cinta. Ia berjuang dalam diam, menafkahi dan melindungi tanpa pamrih. Itulah cinta sejati yang tak perlu diucapkan,” ungkap Wiwin Winarti saat ditemui tim Tabloid Pilar Post usai kegiatan Forwatu Banten, Rabu (12/11/2025).
Wiwin mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Ayah Nasional sebagai momen refleksi dan penghargaan bagi setiap ayah di negeri ini — sosok yang kehadirannya sering luput dari perhatian, namun menjadi alasan kuat di balik setiap keberhasilan keluarga.
> “Ayah adalah cahaya dalam senyap, penopang dalam badai, dan kekuatan di balik setiap langkah kita,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Arwan, Presidium Forwatu Banten, menyampaikan apresiasi atas pesan yang disampaikan oleh Wiwin Winarti. Menurutnya, apa yang disuarakan Wiwin mencerminkan kepekaan dan empati seorang anak terhadap perjuangan ayah di kehidupan nyata.
> “Apa yang disampaikan Ibu Wiwin adalah cerminan cinta sejati seorang anak kepada ayahnya. Sosok ayah adalah pejuang tanpa tanda jasa yang layak kita hormati setiap hari, bukan hanya saat peringatan nasional,” ucap Arwan dengan nada tegas namun bergetar.
Tak ketinggalan, Achmad Khotib, Kepala Perwakilan Banten Tabloid Pilar Post, turut memberikan pandangan menyentuh mengenai makna Hari Ayah Nasional.
Menurutnya, figur ayah adalah simbol tanggung jawab, keberanian, dan doa yang menyatu dengan kehidupan keluarga.
> “Ayah adalah pahlawan tanpa pangkat. Ia tidak meminta dikenang, tapi setiap tetes keringatnya adalah wujud cinta yang nyata. Kami dari Pilar Post bersama Forwatu Banten mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai dan mendoakan setiap ayah — karena dari merekalah lahir generasi kuat yang membawa perubahan,” tutur Achmad Khotib dengan nada penuh hormat.
Hari Ayah Nasional bukan sekadar momen peringatan, melainkan panggilan nurani untuk menundukkan kepala, mengenang, dan mendoakan.
Karena di balik setiap keberhasilan, selalu ada sosok ayah yang berdiri diam — menjaga, mencintai, dan berdoa tanpa henti.
> “Selamat Hari Ayah Nasional. Untuk semua ayah di dunia, terima kasih atas cinta yang tak pernah usai,” tutup Wiwin Winarti penuh doa dan haru.
Editor: Achmad Khotib Tabloid Pilar Post
Reporter: Kaperwil Banten
Foto: Dokumentasi Wiwin Winarti
![]()









