Lebak – (Tabloidpilarpost.com)Sejumlah pasien dan keluarga pasien mengeluhkan buruknya pelayanan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung yang diduga disebabkan oleh gangguan berulang pada sistem pendaftaran daring (online). Kondisi ini membuat banyak pasien tidak mendapatkan layanan sesuai jadwal hingga terancam kehilangan waktu kontrol yang penting untuk kesehatan mereka.
Keluhan ini mencuat setelah beberapa warga gagal memperoleh antrean meski sudah mencoba mendaftar berhari-hari.
Seorang keluarga pasien berinisial Mu menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, penerapan sistem online justru menyulitkan karena tidak berjalan sesuai jam pelayanan di rumah sakit.
“Saya merasa kecewa dengan sistem pelayanan di RS karena tidak sesuai dengan jam pelayanan estimasi. Nyawa manusia seolah tergantung pada sistem yang sering gangguan,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Mu mengaku telah mencoba mendaftar untuk kontrol jalan selama hampir seminggu, tetapi hasilnya nihil.
“Selalu tertulis nomor booking antrean penuh. Ini jelas sangat menyulitkan kami,” keluhnya.
Pendaftaran online yang semestinya mempermudah justru menjadi hambatan serius. Pasien yang membutuhkan kontrol rutin tidak mendapatkan kepastian waktu layanan, sementara penyakit yang mereka derita tidak bisa menunggu.
Sejumlah keluarga pasien menyatakan khawatir kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mereka.
Pendaftar yang tidak berhasil mendapatkan nomor antrean terpaksa menunggu hingga sistem kembali berjalan, namun tidak ada informasi kapan perbaikan dilakukan.
Keterlambatan penanganan dan ketiadaan informasi jelas dari pihak rumah sakit memperburuk situasi. Masyarakat menilai RSUD Adjidarmo seharusnya melakukan mitigasi cepat atau menyediakan alternatif sistem sementara sehingga pasien tetap bisa terlayani.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Adjidarmo belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan sistem yang dikeluhkan tersebut.
Belum ada penjelasan mengenai penyebab gangguan, estimasi perbaikan, maupun opsi lain bagi pasien.
Masyarakat berharap manajemen RSUD Adjidarmo segera mengevaluasi sistem pendaftaran yang digunakan.
Pelayanan kesehatan dianggap tidak boleh bergantung pada sistem yang tidak stabil, karena menyangkut keselamatan dan nyawa pasien.
Jika gangguan sistem terus terjadi, warga meminta adanya kebijakan alternatif, seperti pelayanan langsung (manual) sementara agar pasien tetap dapat melakukan kontrol tanpa hambatan. (Dase)









