Bandung Barat, (tabloidpilarpost.com) – Pejabat ( PJ) Bupati Bandung Barat , Drs. Arsan latief. M. Si., Kunjungi Mega proyek Upper Cisokan yang berada di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat ( KBB). Senin (15/01/2024).
Dalam kunjungannya PJ Bupati KBB arsan Latief di dampingi Agus Rudianto, Camat Rongga dan beberapa kepala Desa yang daerahnya menjadi bagian pengembangan upper Cisokan.

Pejabat ( PJ) Bupati KBB , Arsan Latief di sela sela kunjungannya menuturkan Syukur Alhamdulillah , untuk pertama kali saya dapat berkunjung ke upper Cisokan , saya akan memberikan perhatian penuh karena ini program strategis nasional yang berada di Kabupaten Bandung Barat.
Karena itu hari ini , telah menanda tangani Addendum yang ke 6 artinya ingin mempercepat prosesnya . Ujar arsan pada awak media. Kemudian kami datang kesini sambung dia. Untuk melihat secara real progresnya di lapangan .
Dengan semangat tinggi dari teman teman PLN serta koordinasi yang terbangun dengan baik dengan para kepala Desa yang menjadi bagian proyek , tentunya akan kita kawal terus . Sehingga tidak ada lagi keterlambatan dan progres dapat tercapai di tahun 2028 mendatang , dan tidak menemukan permasalahan yang fundamental , jika ada permasalahan secara teknis tentunya dapat di bicara bersama. Tutupnya.
” Seperti dilansir dari Plane.co.id. ” Peran Strategis PLN Enjiniring Membangun PLTA UCPS ” 6 Januari 2019. Guna menyukseskan program mega proyek 35.000 Megawatt (MW), Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan sejumlah pembangkit baru, yaitu sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2013-2022. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UPCS) menjadi salah satu proyek penting dalam pembangunan pembangkit baru yang menggunakan sumber energi baru dan terbarukan (EBT).
PLTA UCPS yang terletak di Kecamtan Rongga, Bandung Barat ini akan menjadi PLTA terbesar di Indonesia, sekaligus yang kali pertama menggunakan teknologi pumped storage. PLTA UCPS terdiri dari dua bendungan . Air yang berada di lower reservoir akan dipompa ke upper reservoir menggunakan sisa thermal energy (base load). Thermal energy tersebut diambil dari sistem interkoneksi Jawa-Bali ketika beban rendah terjadi, yaitu saat dini hari atau pagi hari.
Ketika beban puncak terjadi antara pukul 5 sore hingga 10 malam, air akan dialirkan dari upper reservoir ke lower reservoir melewati head race tunnel dan fenstock. Air yang dialirkan tersebut nantinya akan menuju ke powerhouse guna menghasilkan energi listrik yang nantinya akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Keberadaan PLTA UCPS diharapkan dapat memberikan pasokan energi listrik pada proses beban puncak. Dalam hal ini, adalah sebagai fasilitas pembangkitan cadangan jika suatu saat terjadi penurunan kapasitas pada jaringan listrik. Disamping itu, juga berfungsi untuk membantu pengaturan frekuensi sistem secara keseluruhan. Adapun frekuensi tersebut berada di antara 49 dan 51 Hertz (Hz).

PLTA UCPS berkapasitas 4 x 260 MW ini, proses pembangunannya akan dikerjakan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah 1 (UIP JBT 1), dan diperkirakan Commercial Operation Date (COD) pada 2024. Pembangunan PLTA UCPS dianggarkan dengan budget sebesar 765 juta dolar AS dengan rincian USD638 juta dari World Bank, USD20 juta dari pemerintah pusat, serta USD107 juta dari PLN”. (Han)
![]()









