Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Kegiatan pembagian bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Kamis (7/5/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa 2 karung beras ukuran 10 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter. Warga tampak antusias mendatangi kantor desa untuk mengambil bantuan yang telah disiapkan pemerintah.
Suasana kebersamaan terlihat selama proses pembagian berlangsung. Masyarakat mengantre dengan tertib sesuai arahan petugas guna menjaga kenyamanan bersama.
Penjabat Kepala Desa Sukatani dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan agar proses pembagian bantuan berjalan lancar dan kondusif. Jangan sampai berdesak-desakan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sukatani, Abu Toib, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan mekanisme dan ketentuan pemerintah pusat melalui data yang ditetapkan oleh Dinas Sosial dan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui DTSN.
“Perlu diketahui oleh masyarakat, baik yang sudah menerima bantuan maupun yang belum menerima, agar tetap saling menjaga kebersamaan dan integritas. Untuk masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu, otomatis tidak masuk kategori penerima bantuan karena rata-rata berada pada desil 6 sampai 10. Ketentuan tersebut bukan keputusan pemerintah desa, melainkan hasil pendataan dan penetapan dari pemerintah melalui Dinas Sosial dan Kementerian Sosial,” jelasnya.
Di lokasi kegiatan, sejumlah warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu.
Mistar (70), warga Kampung Mekarjaya, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami ini masyarakat kecil dan hidup serba kekurangan. Dengan adanya bantuan dari pemerintah, kami merasa sangat terbantu,” ujarnya haru.
Hal senada disampaikan Ranti (67) yang mengaku hidup seorang diri di rumah sederhana dan mengandalkan penghasilan dari berjualan daun singkong.
“Saya hidup sendiri dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk menyambung hidup, saya berjualan daun singkong. Kalau habis terjual, paling mendapat uang sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hari,” tuturnya sambil menahan haru.
Kegiatan pembagian bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan.
Reporter: Arman









