Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Suasana penuh haru dan antusiasme mewarnai kegiatan pembagian bantuan sembako di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Senin (11/5/2026).
Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati kantor Desa Bejod untuk menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dalam penyaluran tersebut, masing-masing warga menerima dua karung beras ukuran 10 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Meski jumlah warga yang datang cukup banyak, proses pembagian bantuan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Aparat desa bersama petugas terkait terlihat sigap mengatur antrean warga agar tidak terjadi kerumunan maupun desak-desakan.
Kepala Desa Bejod, Rohmat, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban demi kelancaran proses pembagian bantuan.
“Kami berharap masyarakat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan supaya kegiatan berjalan aman dan lancar. Jangan sampai terjadi desak-desakan yang bisa menimbulkan hal-hal tidak diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Ekbang Kesra Desa Bejod menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari pemerintah pusat melalui Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.
Ia menegaskan, pemerintah desa hanya menjalankan mekanisme penyaluran sesuai data resmi yang telah ditentukan.
“Masyarakat yang masuk kategori ekonomi mampu otomatis tidak termasuk penerima bantuan karena berada pada desil 6 sampai 10. Jadi ini bukan keputusan desa, tetapi hasil pendataan pemerintah pusat,” jelasnya.
Di tengah kegiatan, suasana haru tak terbendung saat sejumlah warga lanjut usia menerima bantuan tersebut. Salah satunya Arsih (65), warga Kampung Sukasari, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pemerintah.
“Kami ini masyarakat kecil, hidup serba kekurangan. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Beberapa warga lainnya juga mengaku selama ini bertahan hidup dengan pekerjaan serabutan, termasuk membuat sapu lidi untuk dijual demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Penghasilan tidak menentu. Kadang hasil jual sapu lidi tidak cukup untuk makan sehari-hari,” tutur warga lainnya.
Bantuan sembako tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang terdampak kondisi ekonomi saat ini.
Pemerintah desa juga berharap penyaluran bantuan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.









