BENGKULU, TABLOIDPILAR.COM — Harapan masyarakat Penago Baru, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, terhadap perbaikan Jalan Inggris kembali mengemuka.
Masyarakat meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan tersebut yang, menurut warga setempat, telah mengalami persoalan selama puluhan tahun dan belum tersentuh secara optimal oleh anggaran APBD Provinsi Bengkulu.

Bagi masyarakat Penago Baru, keberadaan Jalan Inggris memiliki arti penting karena menjadi salah satu akses yang dapat memperpendek jarak tempuh menuju sejumlah wilayah, termasuk ketika masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Nur Ali, menyampaikan secara langsung perkembangan pembahasan penanganan Jalan Inggris.
Nur Ali mengatakan, dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu pada Rabu, 30 September 2026, telah dibahas penanganan jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang.
«“Kami di DPRD pada malam Rabu tanggal 30 September 2026 telah melaksanakan rapat Badan Anggaran. Alhamdulillah, Pak Sekda, anggota dewan dan ketua menyetujui untuk menimbun jalan kubangan yang di tengah jalan itu minimal Rp1 miliar di APBD Perubahan 2026 ini. Insyaallah, mudah-mudahan akan dikerjakan. Untuk penimbunan itu akan dikerjakan bulan November 2026,” ujar Nur Ali.»
Tidak hanya penanganan melalui APBD Perubahan 2026, Nur Ali juga menyampaikan bahwa pembahasan untuk tahun anggaran 2027 telah diarahkan agar Jalan Inggris mendapat perhatian lebih lanjut.
Menurutnya, pihaknya telah meminta agar ruas Jalan Penago Baru sampai Pasar Seluma diprioritaskan dalam pembangunan infrastruktur Provinsi Bengkulu.
«“Kemudian untuk tahun 2027, di rapat Banggar juga sudah disepakati oleh kawan-kawan Banggar, ketua, Pak Sekda dan semuanya. Kami meminta di hadapan Bapak Gubernur waktu rapat paripurna tanggal 30, kami meminta Jalan Inggris diprioritaskan, tepatnya Jalan Penago Baru sampai dengan Pasar Seluma. Minimal anggarannya Rp35 miliar. Mohon doanya,” kata Nur Ali.»
Pernyataan tersebut turut dibenarkan Saprin, yang dituakan di Desa Penago Baru.
Saprin mengatakan, kondisi Jalan Inggris selama ini menjadi salah satu persoalan yang dirasakan langsung masyarakat. Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan, khususnya ketika warga harus menuju Kota Bengkulu maupun saat menghadapi kondisi darurat.
«“Benar adanya apa yang telah disampaikan atau diceritakan Pak Nur Ali. Kami di Dusun Penago Baru ini apabila mau ke Kota Bengkulu sangat jauh apabila melewati Jalan Simpang Semambang,” ujar Saprin.»
Ia menambahkan, persoalan jarak tempuh menjadi semakin penting ketika terdapat warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
«“Yang kami lebih khawatir lagi apabila ada masyarakat yang sakit. Apabila kami melewati Jalan Inggris ini, maka waktu yang kami tempuh sangat dekat,” katanya.»
Saprin pun menyampaikan apresiasi kepada Nur Ali yang dinilai telah memperjuangkan agar Jalan Inggris menjadi salah satu prioritas pembangunan.
«“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Nur Ali, DPRD Provinsi Bengkulu, sudah sangat berjuang untuk memprioritaskan jalan kami ini,” tuturnya.»
Di tengah harapan tersebut, muncul ungkapan unik sekaligus menggambarkan besarnya penantian masyarakat terhadap perbaikan Jalan Inggris.
Saprin menyampaikan, apabila pembangunan benar-benar terealisasi dan ruas Penago Baru–Pasar Seluma telah di-hotmix hingga kondisinya mulus, masyarakat memiliki nazar untuk melakukan pemotongan sapi.
«“Kami ucapkan kepada Bapak Gubernur, sudah menyikapi. Kalau memang sudah terealisasi di-hotmix dari Penago Baru sampai Pasar Seluma telah mulus, kami punya nazar untuk motong sapi,” ujar Saprin.»
Pernyataan tersebut menjadi simbol besarnya harapan masyarakat Penago Baru agar rencana pembangunan yang telah dibahas dapat benar-benar diwujudkan di lapangan.
Kini, masyarakat menunggu realisasi penanganan yang disampaikan dalam pembahasan anggaran tersebut. Bagi warga, perbaikan Jalan Inggris bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut akses mobilitas, aktivitas masyarakat, serta kemudahan memperoleh pelayanan ketika kondisi darurat.
Masyarakat Penago Baru berharap Jalan Inggris tidak lagi sekadar menjadi ruas jalan yang dibicarakan dalam rapat dan pembahasan anggaran, tetapi benar-benar mendapatkan penanganan nyata demi kepentingan masyarakat.
Rudi Efendi Kabiro Bengkulu
![]()









