tabloidpilarpost.com LEBAK — Gerakan Warga Sipil Banten Bersatu (GWSBB) melakukan penelusuran langsung untuk memastikan informasi mengenai dugaan aktivitas debt collector (depkolektor) dan mata elang (matel) di wilayah Kabupaten Lebak.
Tim investigasi GWSBB turun ke lapangan pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 13.20 WIB. Penelusuran dilakukan dengan menyambangi sejumlah titik di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemantauan antara lain Pertigaan Papanggo Rangkasbitung, Pertigaan Kadu Agung dekat Terminal Mandala, serta kawasan sekitar Pasar Sampay.
Berdasarkan hasil pemantauan tim di sejumlah lokasi tersebut, GWSBB menyatakan tidak menemukan aktivitas depkolektor maupun mata elang (matel) selama penelusuran berlangsung.
Ketua Umum GWSBB, Adam Surya, M.K., mengatakan penelusuran dilakukan sebagai bentuk upaya memastikan informasi yang berkembang di masyarakat berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
«“Kami tidak mau hanya mendengar informasi dari satu pihak. Tim GWSBB turun langsung melakukan penelusuran di beberapa titik di Kabupaten Lebak. Dari hasil pemantauan kami di lokasi-lokasi tersebut, tidak ditemukan aktivitas depkolektor maupun mata elang,” ujar Adam Surya.»
Menurut Adam, GWSBB mengedepankan prinsip pengecekan langsung sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.
«“Kami ingin menyampaikan fakta, bukan asumsi. Kalau memang ada, kami akan katakan ada. Kalau berdasarkan penelusuran di lapangan tidak ditemukan, itu juga yang kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.»
Adam menegaskan, hasil pemantauan tersebut merupakan kondisi yang ditemukan tim GWSBB pada saat penelusuran dilakukan di lokasi-lokasi tersebut. Karena itu, pihaknya tidak melakukan generalisasi terhadap seluruh wilayah Kabupaten Lebak.
«“Hasil ini berdasarkan apa yang kami lihat dan temukan saat tim melakukan penelusuran di lapangan. Kami tidak ingin melakukan generalisasi. GWSBB akan terus melakukan pemantauan apabila ada laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas depkolektor atau matel,” jelas Adam.»
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang menemukan dugaan aktivitas yang meresahkan diharapkan dapat menyampaikan informasi tersebut agar dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut.
«“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Jika ada warga yang menemukan dugaan aktivitas depkolektor atau matel, silakan sampaikan kepada kami agar dapat kami cek dan telusuri berdasarkan fakta di lapangan,” katanya.»
GWSBB menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan penelusuran terhadap informasi yang berkaitan dengan keresahan masyarakat, dengan mengedepankan fakta yang ditemukan di lapangan.
Reporter: Achmad Khotib
Kaperwil Banten — Tabloid Pilar Post








