Lebak, (tabloidpilarpist.com) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Kampung Mekarjaya dan Kampung Kerta Mulya yang disatukan dalam nama Kampung Mekarmulya berlangsung khidmat, meriah, dan penuh nuansa kebersamaan masyarakat.
Kampung Mekarjaya berada di Desa Sukatani, sedangkan Kampung Kerta Mulya berada di Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Dengan Cinta kepada Nabi, Perkuat Iman, Rajut Ukhuwah dan Bangun Kampung Berkah”, kegiatan diisi dengan berbagai rangkaian acara keagamaan.
Acara diawali dengan Gema Kalam Ilahi, dilanjutkan sambutan panitia PHBI, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Sukatani. Puncak kegiatan kemudian diisi tausiah agama yang disampaikan oleh Kiyai Maman atau Kiyai Gempar.
Dalam sambutannya, panitia PHBI menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Panitia mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat iman dan persaudaraan.
“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal bagi kita semua. Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membangun Kampung Mekarmulya agar semakin maju dan penuh keberkahan,” ujar panitia.
Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan juga mendapat apresiasi. Kehadiran warga dinilai menjadi bukti masih kuatnya semangat kebersamaan dan kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sukatani memberikan apresiasi kepada panitia PHBI dan seluruh masyarakat Kampung Mekarmulya yang telah bergotong royong menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dipelihara karena menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun desa.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita mampu mengambil keteladanan beliau dalam kehidupan kita. Mari kita jaga persatuan, kerukunan dan gotong royong di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang religius, rukun, aman, dan saling peduli.
Suasana semakin khidmat saat memasuki tausiah yang disampaikan Kiyai Maman (Kiyai Gempar).
Dalam tausiyahnya, jamaah diajak meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, serta kepedulian beliau terhadap umat.
Peringatan Maulid Nabi di Kampung Mekarmulya sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat keagamaan dan gotong royong masyarakat masih terjaga.
Melalui semangat “Umat Rukun, Kampung Maju, Sukatani Berkah”, masyarakat berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi perekat persaudaraan antarwarga.









