Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Di balik hiruk-pikuk pembangunan dan geliat kehidupan masyarakat, masih ada warga yang harus bertahan dalam kondisi serba keterbatasan. Salah satunya pasangan suami istri, Didin Saputra dan Ramenah, warga Kampung Mekarjaya, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang kini menempati rumah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan memberikan rasa aman, kini justru menjadi sumber kekhawatiran bagi keduanya. Bangunan yang sudah termakan usia tampak lapuk dan tidak lagi layak untuk dihuni. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika musim penghujan tiba.
Dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki, Didin Saputra hanya bisa berharap adanya perhatian dari pemerintah. Ia berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban keluarganya, terutama untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah. Kondisi ekonomi kami terbatas, sementara rumah sudah sangat tua dan lapuk. Kami hanya ingin memiliki tempat tinggal yang aman untuk keluarga,” harap Didin.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh Ketua RT setempat. Menurutnya, rumah yang ditempati Didin dan Ramenah memang sudah dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, terlebih ketika hujan turun.
Sebagai Ketua RT 016/RW 001 Kampung Mekarjaya, Arman, mengaku persoalan tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada pemerintah desa. Ia bahkan telah berulang kali berkoordinasi dan membawa keluhan warga tersebut dalam berbagai rapat desa.
“Saya selaku Ketua RT 016/RW 001 sudah sering berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sukatani. Dalam rapat-rapat desa, kondisi rumah Pak Didin juga selalu saya usulkan agar mendapat perhatian dan penanganan,” ujar Arman.
Menurut Arman, persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah diharapkan dapat hadir melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan, sehingga bantuan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Desa Sukatani, Hilman Multajim, mengatakan bahwa pemerintah desa pada prinsipnya terus berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Namun, keterbatasan kewenangan dan kemampuan anggaran desa membuat pemerintah desa membutuhkan dukungan dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami selaku pemerintah desa selalu berupaya semaksimal mungkin. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat,” kata Hilman.
Kisah Didin dan Ramenah menjadi gambaran bahwa di tengah berbagai program pembangunan, masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih. Rumah yang lapuk bukan sekadar persoalan bangunan, tetapi menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan martabat sebuah keluarga.
Kini, harapan itu masih tertuju kepada pemerintah dan para pihak yang memiliki kepedulian. Sebab bagi Didin dan Ramenah, sebuah rumah yang layak bukanlah kemewahan. Itu adalah tempat untuk berteduh, tempat pulang, dan tempat mempertahankan kehidupan.
Semoga keluhan sederhana dari sebuah keluarga kecil di Kampung Mekarjaya ini tidak berhenti di meja rapat. Semoga ada tangan yang benar-benar datang membantu sebelum rumah tersebut semakin rapuh dan keadaan berubah menjadi sesuatu yang tidak diinginkan.









