tabloidpilarpost.com LEBAK, BANTEN — Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan dan seremoni. Di tengah masyarakat, makna kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong, dan kehadiran nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan sunatan massal gratis bagi anak yatim dan piatu yang digelar LSM GMBI Distrik Lebak bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Partai PSI DPD Lebak, serta sejumlah pihak terkait.
Kegiatan berlangsung di Jl. Syeh Nawawi, Kampung Sukamaju, RT 01/RW 04, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.
Sebanyak 24 anak yatim dan piatu telah mendapatkan pelayanan sunatan, sementara peserta lainnya masih menunggu giliran. Penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ditargetkan dapat menjangkau hingga 80 anak.
Bukan sekadar pelayanan kesehatan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara kepedulian dan kemanusiaan. Organisasi masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, keluarga, dan masyarakat hadir dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama: memberikan manfaat kepada anak-anak yang membutuhkan.
Di balik rasa takut, ada senyum dan keberanian
Bagi sebagian anak, menjalani sunatan tentu bukan pengalaman yang mudah. Rasa takut, tegang, bahkan cemas menjadi hal yang sangat wajar.
Namun, suasana hangat yang dibangun panitia, tenaga kesehatan, relawan, serta para pendamping membuat anak-anak mendapatkan dukungan selama proses pelayanan.
Satu per satu peserta mendapatkan pelayanan dengan pendampingan petugas. Orang tua maupun pendamping pun terus memberikan semangat agar anak-anak tetap tenang.
Momen sederhana itu menghadirkan pemandangan yang menyentuh. Di satu sisi terdapat anak-anak yang berusaha menaklukkan rasa takutnya. Di sisi lain, ada orang-orang dewasa yang terus memberikan dukungan agar mereka merasa aman.
Bagi anak yatim dan piatu yang menjadi penerima manfaat, kehadiran kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pelayanan kesehatan gratis.
Ada pesan penting yang tersampaikan: mereka tidak sendirian.
Ada masyarakat yang peduli. Ada organisasi yang hadir. Ada tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan. Ada relawan dan berbagai pihak yang bergotong royong menghadirkan kebahagiaan.
Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan piatu serta keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, organisasi masyarakat tidak hanya memiliki fungsi sosial, tetapi juga tanggung jawab moral untuk ikut hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan.
«“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan pihak-pihak terkait. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar King Naga.»
Ia menegaskan, LSM GMBI Distrik Lebak akan terus berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
«“Kami melihat masih ada masyarakat yang kurang mampu. Karena itu, kami berinisiatif mengadakan sunatan massal ini. Tentunya kami bermitra dengan pemerintah dan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak,” katanya.»
King Naga juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada satu momentum.
Ia membuka ruang bagi masyarakat Kabupaten Lebak yang kurang mampu dan membutuhkan fasilitasi sunatan bagi anaknya untuk melakukan koordinasi dengan LSM GMBI Distrik Lebak.
«“Masyarakat Kabupaten Lebak yang kurang mampu dan ingin menyunatkan anaknya bisa datang dan berkoordinasi dengan LSM GMBI Distrik Lebak. Cukup membawa surat keterangan tidak mampu. Insyaallah kami akan berupaya memfasilitasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tutur King Naga.»
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Endang, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak merupakan langkah positif dalam menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
«“Kegiatan ini sangat baik sekali. Alhamdulillah kami dapat bersinergi dengan LSM GMBI dan kegiatan sunatan untuk anak-anak dapat terlaksana. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” ujar Endang Komarudin.»
Ia berharap kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus dikembangkan melalui sinergi yang semakin kuat.
«“Harapannya masyarakat mengetahui bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak selalu berupaya peduli terhadap kegiatan-kegiatan sosial. Dengan sinergi yang baik, manfaatnya tentu dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.»
Kebahagiaan juga dirasakan masyarakat yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Ibu Siti, warga Cimarga, mengaku merasa bahagia sekaligus terharu melihat kepedulian berbagai pihak terhadap anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan.
«“Saya merasa bahagia sekaligus terharu melihat kepedulian LSM GMBI Distrik Lebak bersama Partai PSI DPD Lebak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan. Saya mewakili masyarakat Cimarga mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang telah diberikan,” ujar Ibu Siti.»
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, atas kepedulian yang telah diberikan.
«“Terima kasih banyak kepada Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, Bapak King Naga. Semoga beliau selalu diberikan kesuksesan, kesehatan, keberkahan dan rezeki yang berlimpah. Semoga selalu diberikan kekuatan untuk terus peduli kepada masyarakat dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.»
Bagi Ibu Siti, kepedulian sosial bukan semata-mata berbicara mengenai bantuan secara materi.
Menurutnya, kehadiran orang-orang yang peduli juga mampu menghadirkan kebahagiaan, rasa diperhatikan, serta memberikan semangat kepada anak-anak dan keluarga penerima manfaat.
Tak hanya sunatan, 100 Al-Qur’an dan 100 Juz Amma turut dibagikan
Kepedulian dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelayanan kesehatan.
LSM GMBI bersama pihak terkait dan Albastor turut memberikan 100 Al-Qur’an dan 100 Juz Amma untuk dibagikan kepada masyarakat.
Bantuan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan sosial yang sama.
Bagi penerima manfaat, pemberian tersebut menjadi pelengkap yang memiliki nilai tersendiri. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pelayanan sunatan, tetapi juga memperoleh bekal keagamaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam kehidupan mereka.
Ketika kemerdekaan diterjemahkan menjadi kepedulian
Kegiatan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang sunatan massal.
Ada anak-anak yang berusaha mengalahkan rasa takut. Ada orang tua dan pendamping yang terus memberikan semangat. Ada tenaga kesehatan dan relawan yang bekerja dengan perhatian. Ada pula berbagai pihak yang memilih hadir dan bergotong royong untuk memberikan manfaat.
Bagi anak yatim dan piatu, perhatian semacam itu dapat memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar sebuah pelayanan gratis.
Kehadiran mereka yang peduli menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun menjadi semakin bermakna ketika semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui aksi nyata—menghadirkan pelayanan, kebersamaan, dan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Sinergi LSM GMBI Distrik Lebak bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Partai PSI DPD Lebak, serta pihak terkait diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana sebuah bangsa mengenang perjuangan masa lalu.
Kemerdekaan juga tentang bagaimana setiap orang memiliki kesempatan untuk merasakan kepedulian, mendapatkan pelayanan, memperoleh perhatian, dan menatap masa depan dengan harapan.
Dan pada hari itu, di tengah rasa takut yang perlahan berubah menjadi senyum, anak-anak tersebut menunjukkan satu hal sederhana: bahwa kepedulian yang tulus selalu mampu menghadirkan harapan.
( Achmad Khotib Kaperwil Banten)








