Bekasi, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perikanan terus memperkuat upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/7/2026).
Dalam kegiatan itu, Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi turut memperkenalkan inovasi “Siap Bugarkan”, yang merupakan singkatan dari Strategi Intervensi Inklusif Aksi Peningkatan Konsumsi Ikan.
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Hj. Nayu Kulsum, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kondisi konsumsi ikan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.
Saat ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Bekasi tercatat sekitar 50,79 kilogram per kapita per tahun, yang masih berada di bawah rata-rata konsumsi ikan tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
Padahal, Kabupaten Bekasi memiliki potensi produksi perikanan yang besar dengan nilai mencapai sekitar Rp99,75 miliar per tahun serta memiliki sejumlah komoditas ikan unggulan, di antaranya mujair, lele, dan patin.
“Melalui program ini, kami ingin mengubah kebiasaan masyarakat agar menjadikan makan ikan sebagai budaya sekaligus memperkuat ekonomi para pelaku usaha perikanan,” ujar Hj. Nayu.
Menurutnya, program Siap Bugarkan diharapkan memberikan manfaat luas. Bagi masyarakat, program ini dapat membantu meningkatkan asupan gizi dan mendukung upaya penurunan stunting. Bagi pelaku usaha, program tersebut diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan.
Sementara bagi pemerintah daerah, program ini menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Kedungwaringin Hj. Tita Komala, S.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Gemarikan dan Siap Bugarkan.
Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan sangat relevan, khususnya bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan remaja putri.
“Program ini sangat bagus karena memberikan edukasi tentang pentingnya gemar makan ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi dan budaya konsumsi ikan semakin diterima,” ujar Hj. Tita.
Ia menilai, peningkatan konsumsi ikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan lokal.
Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku usaha, program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, mendukung percepatan penurunan stunting, meningkatkan konsumsi ikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kedungwaringin dan Kabupaten Bekasi.
![]()









