Tabloidpilarpost.com SUKABUMI — Di tengah stigma yang kerap melekat pada aktivitas tambang rakyat, secercah narasi berbeda justru tumbuh dari Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Bukan tentang kerusakan, melainkan tentang kepedulian. Bukan sekadar menggali sumber daya, tetapi juga menanam harapan bagi sesama.
Melalui aksi nyata, Koperasi Bumi Kiara membuktikan bahwa tambang rakyat dapat menjadi jembatan menuju kesejahteraan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu.

Pada Minggu (3/5/2026), program ini menyentuh kehidupan seorang warga bernama Ibad, yang tinggal di Kampung Babakan Kiara Koneng, RT 27/RW 07, Desa Kertajaya.
Dalam program tersebut, Koperasi Bumi Kiara turut menyalurkan bantuan dana sebesar Rp12 juta yang diperuntukkan untuk pembangunan rutilahu milik Bapak Ibad.
Rumah yang sebelumnya berdiri dalam kondisi memprihatinkan kini perlahan berubah. Dinding-dinding kokoh mulai tersusun, atap yang layak mulai menaungi. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, bantuan ini menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta harapan baru yang selama ini dinantikan.
Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial koperasi yang bersumber dari hasil tambang rakyat.
“Yang kami bangun hari ini bukan hanya rumah, tetapi juga harapan. Dari sini kami ingin menghadirkan kebahagiaan, ketenangan, dan keberkahan bagi keluarga yang menempatinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, program rutilahu akan terus dilakukan secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Koperasi tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga harus memberi dampak sosial. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi, sekaligus membantu meringankan beban pemerintah daerah,” lanjutnya.
Di sisi lain, rasa haru tak dapat disembunyikan dari wajah Ibad. Bantuan tersebut menjadi titik balik dalam kehidupannya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini bukan hanya bantuan, tetapi harapan baru bagi keluarga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dengan keberkahan berlipat, melancarkan rezekinya, memanjangkan umur dalam kebaikan, dan menjadikan Koperasi Bumi Kiara terus maju serta menjadi jalan kebaikan bagi masyarakat kecil seperti kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah ini menjadi penegas bahwa tambang rakyat tidak selalu identik dengan dampak negatif. Ketika dikelola dengan tanggung jawab dan hati nurani, aktivitas tersebut mampu melahirkan nilai lebih dari sekadar ekonomi—yakni manfaat sosial nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
(Achmad Khotib — Kaperwil Banten)
![]()









