Sukabumi, (tabloidpilarpost.com) – Di tengah keterbatasan yang dijalani pada usia senja, Ma Munah, seorang warga lanjut usia asal Kampung Bojong Duren RT 026 RW 007, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dapat merasakan secercah harapan baru.
Rumah sederhana yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduhnya kini tengah dibangun ulang melalui program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Koperasi Bumi Kiara.
Sebelumnya, kondisi rumah Ma Munah sangat memprihatinkan. Bangunan berbahan bilik bambu yang telah lapuk dimakan usia itu terlihat rapuh dan tidak lagi memenuhi standar kelayakan hunian.
Sejumlah bagian dinding berlubang, tiang penyangga mulai keropos, serta atap yang sudah tua dan tidak lagi rapat membuat rumah tersebut rawan bocor saat hujan turun. Kondisi itu tentu menjadi ancaman tersendiri bagi keselamatan penghuni, terlebih bagi seorang lansia yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Meski hidup dalam keterbatasan, Ma Munah tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran. Namun kondisi rumah yang semakin memprihatinkan akhirnya mengetuk kepedulian berbagai pihak.
Melihat langsung kondisi tersebut, Koperasi Bumi Kiara mengambil langkah nyata dengan melakukan pembangunan kembali rumah Ma Munah melalui program bedah rumah yang menjadi bagian dari kegiatan sosial koperasi.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, mengatakan keputusan membantu Ma Munah diambil setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan melihat kondisi rumah yang dinilai sudah tidak layak dihuni.
“Kami melihat langsung kondisi rumah Ibu Ma Munah yang sudah tidak layak ditempati. Dari situ kami berupaya untuk membantu agar beliau bisa memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak,” ujar Aji Gunawan.
Menurutnya, koperasi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
“Kami percaya bahwa setiap kegiatan usaha yang berjalan di tengah masyarakat harus memberi dampak sosial. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap warga sekitar,” katanya.
Aji menegaskan bahwa program sosial seperti bedah rumah akan terus dilakukan sesuai kemampuan koperasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami berupaya agar keberadaan koperasi ini bisa memberikan manfaat, meskipun sederhana. Yang terpenting adalah ada dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain program bedah rumah, Koperasi Bumi Kiara juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, termasuk bantuan bagi warga yang terdampak kondisi darurat sosial di sejumlah wilayah.
Kehadiran program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai bantuan yang diberikan telah membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
“Alhamdulillah, bantuan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Sudah beberapa kali juga ada bantuan serupa di wilayah kami,” ungkap salah seorang warga.
Program bedah rumah yang sedang berjalan ini menjadi gambaran nyata bahwa masih banyak warga di pelosok daerah yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan berbagai pihak.
Bagi Ma Munah, rumah yang kini sedang dibangun bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol harapan, kenyamanan, dan kehidupan yang lebih layak di masa tuanya.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, langkah Koperasi Bumi Kiara menunjukkan bahwa lembaga ekonomi berbasis masyarakat tidak hanya berperan dalam aktivitas usaha, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian dari solusi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga secara langsung.









