Tabloidpilarpost.com Sukabumi, Kamis (9/4/2026) – Aktivitas tambang emas rakyat yang dikelola Koperasi Bumi Kiara di Kabupaten Sukabumi tidak hanya berfokus pada kegiatan penambangan semata. Pengelolaan yang dilakukan disebut mengedepankan keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menjelaskan bahwa sejak awal, keberadaan tambang rakyat tersebut memang dirancang agar lebih tertata, memberikan lapangan pekerjaan, sekaligus membawa manfaat langsung bagi warga.
Menurutnya, koperasi secara rutin menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik di sekitar wilayah tambang maupun di luar daerah.
“Setiap minggu kami menyisihkan sekitar tiga persen dari keuntungan. Dana itu kami distribusikan dua kali dalam seminggu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah komitmen kami agar keberadaan tambang ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Aji.
Ia menuturkan, meskipun pendapatan dari aktivitas tambang rakyat tersebut belum sepenuhnya stabil, pihaknya tetap berupaya menjaga konsistensi dalam menjalankan program sosial sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Kami sadar betul bahwa usaha ini belum sepenuhnya stabil, tapi kami tidak ingin menunggu besar dulu baru berbagi. Justru dari yang sedikit ini kami belajar untuk tetap peduli. Karena bagi kami, keberkahan usaha itu salah satunya datang dari kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Lebih lanjut, Aji menegaskan bahwa orientasi utama dari pengelolaan tambang rakyat ini bukan sekadar keuntungan pribadi, melainkan bagaimana menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Kalau untuk saya pribadi sudah cukup. Yang terpenting bagaimana kegiatan ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang kerja, dan memberikan harapan bagi warga di sekitar tambang,” tambahnya.
Ke depan, koperasi juga merancang program sosial yang lebih luas. Salah satunya adalah penghimpunan dana secara bertahap untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu.
“Insyaallah ke depan kami akan menghimpun dana lebih besar agar bisa membantu pembangunan rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni. Kami ingin hadir tidak hanya di sektor ekonomi, tapi juga menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” jelas Aji.
Selain fokus pada aspek sosial dan ekonomi, pengelola koperasi juga memberikan perhatian terhadap kehidupan spiritual para pekerja. Di area tambang telah disediakan musala agar para penambang dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Tak hanya itu, aktivitas penambangan juga dihentikan setiap Kamis malam menuju Jumat sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah.
“Kami ingin para pekerja tidak hanya mengejar penghasilan, tetapi juga tetap menjaga kewajiban ibadahnya. Karena itu kami sediakan musala dan meliburkan aktivitas setiap Kamis malam Jumat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung keberadaan tambang rakyat yang dikelola koperasi tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak aktivitas pertambangan, selama pengelolaannya dilakukan secara tertib, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
“Kita tidak anti tambang, tapi tambang harus tertib, harus bermanfaat, dan harus mengangkat kesejahteraan masyarakat di daerah penghasilnya,” tegasnya dalam pernyataan di Aula Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, 22 Oktober 2025.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis sosial, keberadaan tambang rakyat yang dikelola koperasi ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik pertambangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar.
( Achmad Khotib Kaperwil Banten)
![]()









