Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Musibah tanah longsor menimpa rumah milik H. Ono dan istrinya, Ipah, warga Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Akibat peristiwa tersebut, rumah yang selama ini mereka tempati nyaris ambruk setelah sebagian bangunannya rusak parah diterjang longsor yang diduga dipicu oleh tingginya curah hujan.
Peristiwa longsor terjadi pada Kamis (12/03/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil di sekitar rumah korban membuat sebagian tanah longsor dan menyeret bagian bawah bangunan hingga mengalami kerusakan cukup serius.
Dalam kondisi penuh kepiluan, pasangan suami istri tersebut hanya bisa pasrah melihat rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan. Demi keselamatan, H. Ono dan Ipah untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih bergerak dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Saat awak media Tabloid Pilar Post melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian, kondisi rumah korban terlihat memprihatinkan. Bagian fondasi rumah rusak, sementara tanah di sekitar bangunan tampak retak dan berpotensi longsor kembali.
Salah satu warga sekitar, Deden, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Ia juga menyebut hingga kini belum terlihat adanya penanganan langsung dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi Pak Ono dan Ibu Ipah. Sampai sekarang belum ada pihak pemerintah yang datang untuk meninjau atau membantu keluarga korban,” ungkap Deden kepada awak media.
Hal senada disampaikan Ketua RW setempat, Tohirin. Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Parungsari, namun hingga saat ini belum ada penanganan langsung di lokasi kejadian.
“Kami sudah menyampaikan kejadian ini kepada pemerintah desa, namun sampai sekarang belum ada penanganan dari pihak desa,” ujar Tohirin.
Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi korban serta memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Warga juga berharap keluarga H. Ono dan Ipah segera mendapatkan perhatian dan solusi terbaik agar dapat kembali hidup dengan aman tanpa dihantui ancaman longsor susulan. (Arman).









