Cilacap,(tabloidpilarpost.com) – Bencana longsor kembali menerjang wilayah Jawa Tengah. Kali ini, sebuah desa di Kabupaten Cilacap mengalami longsor besar akibat hujan ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu malam. Sedikitnya dua warga ditemukan meninggal dunia, sementara 21 lainnya masih dinyatakan hilang.
Longsor terjadi secara tiba-tiba pada dini hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Material tanah bercampur batu besar serta pepohonan menimbun beberapa rumah yang berada di lereng bukit. Suara gemuruh yang terdengar hanya beberapa detik sebelum longsor membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan diri.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, TNI-Polri, serta masyarakat setempat telah berjibaku sejak pagi. Namun, proses evakuasi tidak mudah. Akses menuju lokasi tertutup tebalnya material lumpur, dan kondisi tanah yang masih labil membuat alat berat hanya bisa digunakan secara terbatas.
Kepala Basarnas menyebut bahwa pencarian dilakukan dengan metode kombinasi: manual, penyisiran udara terbatas, dan penggunaan alat pendeteksi tanda hidup. Meski demikian, potensi longsor susulan membuat seluruh tim harus bekerja ekstra hati-hati.
BNPB dalam keterangannya mengingatkan bahwa wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Cilacap sangat rentan mengalami bencana susulan. Warga di sekitar area longsor diminta mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, terutama karena prakiraan cuaca menunjukkan hujan intensitas sedang hingga tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum bagi warga terdampak. Tim medis juga disiagakan untuk menangani korban luka serta memberikan dukungan psikologis kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap 21 warga yang hilang masih terus dilakukan. Aparat menargetkan operasi evakuasi akan diperkuat pada malam hari dengan tambahan personel dan peralatan penerangan khusus.
Senoaji









