Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Sorotan tajam kembali mengarah pada pengelolaan parkir di kawasan Pasar Rangkasbitung yang beralamat di Jl. Sunan Kalijaga No.160, Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Pusat aktivitas ekonomi masyarakat tersebut kembali diterpa kabar kehilangan kendaraan.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, saat aktivitas pasar mulai ramai oleh pedagang dan pembeli. Korban diketahui seorang ibu yang tengah berbelanja kebutuhan rumah tangga di dalam pasar.
Korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat miliknya seperti biasa dengan mengambil tiket di pintu masuk, kemudian masuk ke area pasar. Namun saat kembali ke lokasi parkir, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Korban dilaporkan syok dan kebingungan karena motor tersebut menjadi penunjang aktivitas harian keluarganya.
Sejumlah warga menyebut, kasus kehilangan kendaraan di lokasi tersebut bukanlah yang pertama. Insiden berulang ini dinilai sebagai bukti lemahnya sistem pengamanan parkir.
Ironisnya, sistem parkir di pintu masuk berjalan secara resmi. Setiap kendaraan roda dua maupun roda empat diwajibkan mengambil tiket dan tetap dikenakan biaya saat keluar. Namun ketika kehilangan terjadi, pertanggungjawaban kerap menjadi tanda tanya.
“Masuk ambil tiket, keluar tetap bayar. Tapi kalau hilang, sering kali tidak ada kejelasan tanggung jawab,” ujar salah seorang saksi di lokasi.
Aktivis yang dikenal dengan sapaan King Naga menilai kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan menunjukkan dugaan kelalaian dalam pengelolaan parkir.
“Ini bukan hanya soal kendaraan hilang. Ini soal rasa aman masyarakat. Seorang ibu yang sedang belanja justru jadi korban. Kalau sudah ada tiket dan pungutan resmi, maka tanggung jawab tidak boleh dihindari,” tegasnya.
King Naga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan audit dan evaluasi total terhadap pengelolaan parkir di pasar tersebut. Ia bahkan meminta kerja sama dengan pihak pengelola diputus apabila terbukti tidak mampu memberikan jaminan keamanan maksimal.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika keamanan di fasilitas umum tidak segera dibenahi, bukan hanya kendaraan yang hilang, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pelayanan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola parkir belum memberikan keterangan resmi.









