Tabloidpilarpost.com LEBAK – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah antara Israel yang didukung Amerika Serikat dengan Iran turut menyita perhatian wakil rakyat di daerah. Kekhawatiran terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya asal Kabupaten Lebak, pun mencuat.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, berharap Pemerintah Kabupaten Lebak tidak tinggal diam dan terus memantau perkembangan situasi, terutama menyangkut kondisi warga Lebak yang bekerja di negara-negara terdampak.
“Bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang bekerja di sana, saya harap pemkab melalui dinas terkait dapat terus memantau dan memastikan kondisi mereka,” ujar Regen, Rabu (4/3/2026).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menegaskan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) harus aktif menjalin koordinasi dengan kementerian dan pihak terkait guna memperoleh informasi terbaru terkait kondisi PMI asal Lebak di kawasan Timur Tengah.
“Pemerintah daerah harus memastikan keadaan warga kita di sana. Terus jalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tegasnya.
Lebih jauh, Regen mengaku prihatin atas eskalasi konflik yang terus meningkat. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh WNI yang berada di wilayah tersebut.
“Kita doakan bersama untuk keselamatan saudara kita di sana dan berharap konflik segera berakhir,” harapnya penuh empati.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Chaerulliyanto, memastikan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan kementerian guna memantau perkembangan situasi PMI, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Komunikasi secara intens kami lakukan dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada informasi adanya PMI yang terdampak oleh konflik tersebut. Jika pun ada, kementerian akan segera menginformasikan kepada daerah,” jelas Rully.
Berdasarkan data Disnaker Lebak, tercatat sebanyak 351 PMI asal Lebak bekerja di 16 negara. Lebih dari 200 di antaranya tersebar di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Yordania.
“Kami masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat dan terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi mereka,” pungkasnya.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, perhatian dan kehadiran negara menjadi harapan utama bagi para pekerja migran dan keluarga mereka di tanah air. Solidaritas dan doa pun menjadi penguat, agar seluruh PMI asal Lebak tetap dalam lindungan dan keselamatan.
Achmad Khotib Kaperwil Banten









