Lebak tabloidpilarpost— ( 8/1/2026) Gerakan kemanusiaan GERBANG HUNTARA CIGOBANG 2026 (Gerakkan Bangun Hunian Sementara Kampung Cigobang Tahun 2026) terus digelorakan sebagai ikhtiar kolektif untuk memperjuangkan hunian layak dan bermartabat bagi warga Cigobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Gerakan ini lahir dari realita lapangan yang tak terbantahkan. Upaya konsisten dilakukan dengan menggerakkan seluruh potensi, memperkuat pemetaan jejaring informasi dan komunikasi, serta membangun sinergi lintas pihak agar Cigobang menjadi perhatian serius hingga tingkat pusat, sehingga pembangunan hunian dapat segera direalisasikan melalui berbagai sumber anggaran yang sah dan akuntabel.
Kenyataan pahit di lapangan terungkap jelas saat Forum Warga Bersatu Banten (FORWATU) turun langsung ke lokasi. FORWATU menyaksikan kondisi hunian sementara yang masih jauh dari kata layak, sekaligus mendengar langsung jeritan dan curahan hati masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Di tengah kunjungan tersebut, suasana haru pecah ketika seorang ibu berusia sekitar 60 tahun tak kuasa menahan tangis. Dengan pipi basah oleh air mata, ia memohon kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak, hingga Presiden RI Prabowo Subianto, agar segera membantu membangun rumah yang layak. Di sekelilingnya, anak-anak kecil tampak menangis dan menatap penuh harapan, seolah meminta pertolongan atas kondisi tempat tinggal yang tidak nyaman, akses kesehatan yang jauh, serta lingkungan hunian yang terisolasi—dikelilingi hutan dan jalan tanah merah.
Menyikapi kondisi tersebut, Presidium FORWATU Banten, Arwan, S.Pd., M.Si, yang langsung bersentuhan dan berdialog dengan warga, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus seruan tegas kepada para pemangku kebijakan.
> “Kami datang dan melihat langsung. Kami mendengar sendiri curhat seorang ibu yang menangis, dan melihat anak-anak kecil dengan tatapan mata penuh harapan, seolah meminta bantuan. Ini bukan cerita, ini realita. Negara tidak boleh abai. Warga Cigobang berhak atas hunian yang layak dan kehidupan yang manusiawi,” tegas Arwan.
Menurut Arwan, kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa GERBANG HUNTARA CIGOBANG 2026 harus diperjuangkan secara serius dan berkelanjutan, tidak berhenti pada empati semata, melainkan diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.
Fakta-fakta lapangan inilah yang menguatkan tujuan mulia GERBANG HUNTARA CIGOBANG 2026, yakni “Merias Senyum Warga Cigobang”, dengan menempatkan suara rakyat sebagai pusat perjuangan.
Sebagai bagian dari konsolidasi gerakan, tim GERBANG HUNTARA CIGOBANG dijadwalkan kembali ke locus Cigobang pada pekan mendatang. Agenda tersebut akan diisi dengan gelar simbolik penempelan foto Presiden RI Prabowo Subianto secara serentak, sebagai simbol harapan agar jeritan warga Cigobang sampai ke tingkat pusat. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan strategi yang matang serta dukungan dari kawan-kawan wilayah Desa Banjarsari.
GERBANG HUNTARA CIGOBANG 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk bergabung, bergerak, dan menanam kebaikan bersama. Karena di balik setiap kebijakan, ada wajah-wajah warga yang menanti kehadiran negara.









