Kalimantan, (tabloidpilarpost.com) – Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) ke-3 dengan tema Rantai Pasok Jeruk Siam sebagai upaya mendorong penguatan tata kelola dan sinergi antar pelaku usaha pertanian. Kegiatan ini melibatkan kelompok petani jeruk siam, pengepul, serta unsur pemerintahan dan kelembagaan desa, seperti BUMDes, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), koperasi desa, Gapoktan, dan Dinas Pertanian.
FGD dilaksanakan secara partisipatif dengan membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi sesuai peran dalam rantai pasok. Setiap kelompok membahas kondisi eksisting, permasalahan, serta peluang pengembangan jeruk siam, mulai dari tahap produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Diskusi berlangsung interaktif dan terbuka, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait tantangan di lapangan, termasuk akses pasar, koordinasi antar pelaku, dan penguatan kelembagaan. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok untuk dirumuskan menjadi rekomendasi bersama.
Tim Ekspedisi Patriot IPB University menilai FGD ini menjadi wadah strategis dalam menghimpun masukan langsung dari para pemangku kepentingan guna menyusun rekomendasi penguatan rantai pasok jeruk siam yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan jeruk siam sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing.
![]()









