Barito Kuala, (tabloidpilarpost.com) – Tim Ekspedisi Patriot Cahaya Baru menyampaikan hasil pemetaan, analisis, dan temuan lapangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Barito Kuala dalam pertemuan resmi yang digelar pada Kamis (04/12/2025) di kantor Bupati Barito Kuala.
Pertemuan ini menghadirkan tiga tim ekspedisi patriot cahaya baru dari tiga perguruan tinggi berbeda, yang masing-masing telah menjalankan kajian strategis di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru Kabupaten Barito Kuala. Tim pertama berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan Output 1: Rekomendasi Evaluasi Kawasan Transmigrasi. Tim kedua dari IPB University menyampaikan Output 2: Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Spesifik. Sementara itu, tim ketiga dari Universitas Indonesia (UI) memaparkan Output 3: Desain Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi. Setiap tim memaparkan temuannya secara langsung melalui pemaparan oleh masing-masing ketua tim, mulai dari evaluasi kondisi kawasan, analisis potensi ekonomi, hingga model kolaborasi antar lembaga desa.
Pertemuan yang dihadiri oleh Mohammad Wahyu Adibawono, S.Hut., selaku Pejabat Pimpinan Tinggi Asisten Perekonomian dan Pembangunan; Arif Widodo, STP, MS, selaku Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Barito Kuala; dan Anny Khairunnisa, S.E, selaku Wakil Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Barito Kuala, berjalan dengan sangat baik.
Dalam sambutannya, Bapak Mohammad Wahyu Adibawono mengapresiasi kontribusi para tim ekspedisi. “Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat arah pembangunan kawasan transmigrasi secara lebih terukur dan berbasis data,” ujarnya. Setelah pemaparan oleh ketua tim, masing-masing temuan dibahas secara interaktif bersama perwakilan pemerintah daerah. Tim ITS menekankan evaluasi infrastruktur kawasan, dinamika hunian, serta rekomendasi pengelolaan banjir di Kecamatan Jejangkit. Tim IPB University menganalisis potensi komoditas unggulan serta rancangan pengembangan agribisnis berbasis sumberdaya lokal. Sementara Tim UI menjelaskan rancangan model kolaborasi kelembagaan ekonomi desa untuk mendorong penguatan rantai nilai dan peningkatan kemandirian masyarakat.
Menanggapi hasil pemaparan tersebut, Arif Widodo, STP, MS menyampaikan bahwa seluruh rekomendasi memiliki potensi besar untuk membantu percepatan pembangunan desa dalam skala yang lebih luas. Ia mengatakan, “Rekomendasi yang diberikan ini sangat bisa menjadi acuan, bukan hanya untuk kawasan transmigrasi tempat tim melakukan kajian, tetapi juga bagi kawasan transmigrasi lainnya maupun seluruh desa di Kabupaten Barito Kuala. Harapannya, semuanya bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk memperkuat koordinasi lanjutan antara Tim Ekspedisi Patriot dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, serta memastikan rekomendasi yang dihasilkan dapat diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah secara berkelanjutan.
![]()









