Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Tahun 2026 kembali menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Workshop SERUNI (Serai Wangi untuk Inovasi Spray Anti Nyamuk), mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan tanaman serai wangi sebagai spray anti nyamuk alami yang ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi besar sebagai produk unggulan UMKM di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukatani pada Jumat (17/7/2026) itu dihadiri Camat Wanasalam Farid, perangkat desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Program SERUNI menjadi salah satu inovasi unggulan mahasiswa KKNT IPB University yang bertujuan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pendekatan sederhana, aplikatif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa serai wangi mengandung minyak atsiri berupa citronellal, citronellol, dan geraniol yang dikenal efektif sebagai penolak nyamuk alami. Kandungan tersebut kemudian diolah menjadi spray anti nyamuk yang aman digunakan, mudah diproduksi, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Materi disampaikan secara interaktif oleh Farrah dan Dentiya, yang mengajak masyarakat melihat potensi serai wangi sebagai komoditas bernilai tambah.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan spray anti nyamuk, mulai dari persiapan bahan, pencampuran dengan alkohol 70 persen, penyaringan, hingga pengemasan ke dalam botol semprot. Warga bahkan terlibat langsung dalam proses pengisian produk, pemasangan nozzle, hingga penempelan label kemasan.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta juga mendapatkan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan maupun kelompok UMKM desa.
Selain mendukung upaya menjaga kesehatan lingkungan melalui penggunaan bahan alami, Workshop SERUNI juga membawa misi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan bahan baku yang mudah diperoleh dan biaya produksi yang relatif rendah, produk spray anti nyamuk berbahan serai wangi dinilai memiliki peluang pasar yang cukup besar.
Camat Wanasalam, Farid, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKNT IPB University.
“Inovasi spray anti nyamuk berbahan serai wangi ini memiliki peluang ekonomi yang sangat besar. Harga pokok produksinya relatif murah karena memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Jika dikelola secara serius melalui kelompok usaha atau UMKM desa, saya optimistis produk ini dapat menjadi salah satu produk unggulan Desa Sukatani dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Kelompok KKNT Inovasi IPB University Desa Sukatani, Meti, mengatakan bahwa Workshop SERUNI merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa terus dimanfaatkan setelah program KKNT selesai. SERUNI bukan hanya tentang membuat spray anti nyamuk alami, tetapi juga membangun kesadaran bahwa potensi lokal memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dengan kreativitas dan inovasi,” ungkap Meti.
Diskusi yang berlangsung setelah pelatihan berlangsung aktif. Warga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik produksi, ketahanan produk, efektivitas penggunaan, hingga strategi pemasaran apabila nantinya dikembangkan dalam skala UMKM.
Melalui Workshop SERUNI, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap masyarakat Desa Sukatani mampu memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang mandiri, sehat, produktif, serta memiliki ekonomi berbasis potensi lokal.
Program SERUNI menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat melahirkan perubahan besar ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan semangat pengabdian dan gotong royong.









