Semarang, (tabloidpilarpost.com) – Kebijakan pegawai pemerintah di lingkungan Pemprov Jateng untuk mengenakan sarung atau gamis dalam keseharian dinilai memberi dampak positif — tidak hanya menghadirkan suasana birokrasi yang lebih bersahaja, tetapi juga mendongkrak ekonomi para pelaku UMKM lokal.
Sejumlah pedagang batik dan sarung di pasar lokal melaporkan peningkatan penjualan sejak kebijakan diterapkan. Seorang pedagang di Pasar Tiban Jumat Mugassari, mengaku dalam sebulan terakhir berhasil menjual satu kodi batik jauh melebihi biasanya.
Meski pegawai pemerintahan memakai pakaian tradisional dan lebih santai, layanan publik seperti di loket pembayaran pajak di Samsat tetap berlangsung normal dan profesional. Seorang warga wajib pajak bahkan mengatakan bahwa petugas dengan sarung justru mudah dikenali.
Di sekolah juga terlihat adaptasi positif suasana jadi lebih egaliter. Para guru dan staf mengaku nyaman mengajar meski bercelana panjang dan bersarung, tanpa mengganggu jalannya proses belajar.
Dengan kombinasi tampilan yang lebih bersahaja dan meningkatnya aktivitas ekonomi lokal — terutama bagi usaha kecil menengah kebijakan ini dinilai sebagai upaya “birokrasi berbudaya” yang memberi ruang bagi UMKM berkembang sekaligus menjaga profesionalisme layanan publik.









