Malang, (tabloidpilarpost.com) – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SD Negeri 3 Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Wali Murid tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai akhlak dan keteladanan Rasulullah kepada para siswa sejak usia dini.
Hal menarik terlihat dari konsep kegiatan yang melibatkan siswa kelas 1 dan kelas 6. Para siswa kelas 1 didampingi oleh kakak kelas mereka dari kelas 6. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana kekeluargaan sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk membangun sikap saling menyayangi, menghormati dan peduli.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala SD Negeri 3 Wonokerto, Dian Lutfitasari, menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi kepada seluruh wali murid yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan orang tua merupakan bagian penting dalam membangun pendidikan karakter peserta didik.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Paguyuban Wali Murid atas inisiatif luar biasa ini. Melalui momentum Maulid Nabi, kami berharap anak-anak kelas 1 dapat belajar beradaptasi dengan bimbingan kakak kelas 6, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kasih sayang dan saling menghormati, benar-benar bisa dipraktikkan langsung di sekolah,” ujar Dian Lutfitasari.
Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Ketua Komite Sekolah sekaligus mewakili panitia kegiatan, Misenan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil gotong royong dan kesepakatan bersama antara komite sekolah dan paguyuban wali murid.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pendidikan karakter anak.
“Acara ini murni hasil gotong royong dan kesepakatan seluruh pengurus komite serta paguyuban wali murid. Kami sengaja mempertemukan kelas 1 dan kelas 6 agar tercipta ikatan kekeluargaan yang kuat sejak dini,” ungkap Misenan.
Ia menambahkan, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas guru di kelas, melainkan tanggung jawab bersama kita sebagai orang tua,” tambahnya.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan sejumlah siswa. Para peserta didik menampilkan pidato keagamaan dan pembacaan puisi bertema kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Penampilan tersebut mendapat sambutan positif dari para hadirin. Selain menjadi hiburan, kegiatan itu sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berani tampil dan mengembangkan bakat mereka.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba keagamaan yang sebelumnya telah dilaksanakan. Para siswa yang berhasil meraih prestasi menerima trofi dan penghargaan.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh hadirin berdiri bersama dalam prosesi Mahalul Qiyam, dengan lantunan salawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Memasuki acara inti, tausiah atau Maulidul Hasanah disampaikan oleh Kholis Mudzakkir, S.Pd.I.
Dalam ceramahnya, Kholis mengajak para siswa untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini serta menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kasih sayang, saling menghormati dan menjaga kerukunan juga ditekankan, terutama dalam hubungan antara siswa kelas 1 sebagai adik kelas dan siswa kelas 6 sebagai kakak kelas.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kholis Mudzakkir.
Usai acara resmi ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi pengambilan gandulan selamatan atau berkat makanan yang telah disediakan.
Siswa kelas 1 dan kelas 6 tampak antusias mengikuti tradisi tersebut dengan tertib. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah-tamah antara pihak sekolah, komite, paguyuban wali murid dan para siswa.
Kegiatan berlangsung aman, lancar dan penuh sukacita. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 3 Wonokerto pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekolah, orang tua dan siswa dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.









