Semarang,(Tabloidpilarpost.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Bendungan Jragung yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Proyek strategis nasional ini telah mencapai progres fisik sekitar 87,8 % dan ditargetkan rampung pada September 2026.
Bendungan Jragung dirancang memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik air dengan luas genangan mencapai 451 hektar. Keberadaan bendungan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian, ketahanan air, dan pengendalian banjir di wilayah tengah Jawa.
Menurut data dari Kementerian PUPR, bendungan ini nantinya akan: Menyediakan air irigasi seluas ± 4.528 hektar untuk lahan pertanian di Kabupaten Demak dan Grobogan.
Menyediakan air baku sebesar 1.000 liter per detik untuk kebutuhan warga di Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak. Mengendalikan banjir di area hilir seluas ± 3.858 hektar.
Menjadi sumber energi terbarukan melalui pengembangan PLTS 90 MW dan PLTMH 1,4 MW di sekitar kawasan bendungan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang meninjau proyek beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pembangunan bendungan ini sangat strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi daerah.
“Bendungan Jragung ini akan memberi manfaat besar untuk pertanian dan ketahanan pangan. Kita harus bersama-sama mengawal agar selesai tepat waktu,” ujar Taj Yasin di lokasi proyek.
Selain memperkuat sektor pertanian, bendungan ini juga diharapkan menjadi sumber air baku untuk masyarakat sekitar serta meningkatkan potensi wisata air di kawasan Kabupaten Semarang. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan irigasi sekunder dan akses jalan menuju bendungan.
Namun, tantangan di lapangan tetap ada. Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di wilayah lereng Gunung Ungaran membuat pekerjaan tanah dan struktur bendungan perlu pengawasan ekstra. Pihak kontraktor memastikan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama selama pengerjaan proyek berlangsung.
Jika rampung sesuai target, Bendungan Jragung akan menjadi salah satu bendungan terbesar di Jawa Tengah setelah Bendungan Jatibarang dan Pidekso. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan air nasional, sekaligus menjadi simbol kemajuan pembangunan infrastruktur hijau di daerah.









