Bandung Barat, (Tabloidpilarpost.com)-Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.
Namun di Kabupaten Bandung Barat, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni. Di tengah semangat perubahan dan geliat kolaborasi, pendidikan menjadi panggilan moral yang disambut dengan aksi nyata oleh berbagai pemangku kepentingan.

Dengan mengusung semangat “Mari Kita Berjamaah untuk Mewujudkan Pendidikan yang Amanah”, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD, tenaga pendidik, dan masyarakat terus mendorong terciptanya sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berpihak pada masa depan anak bangsa.
Tema nasional Hari Pendidikan Nasional tahun ini, “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi pengingat bahwa pendidikan berkualitas adalah hak seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, ataupun letak geografis.
“Pendidikan yang bermutu tidak hanya soal gedung sekolah yang layak, tapi juga tentang guru yang profesional, kurikulum yang relevan, dan lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan anak,” ujar H. Mu’min Darjatuloh, M.Pd., Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Fraksi Partai Gerindra. Kamis, (01/05/2025).
Ia menambahkan, pendidikan harus menjadi gerakan kolektif, bukan semata urusan birokrasi. “Marilah kita berjamaah untuk mewujudkan pendidikan yang amanah. Artinya, pendidikan yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen tinggi untuk masa depan bangsa,” tegasnya.

Bandung Barat tidak kekurangan sumber daya. Di balik hamparan alam yang hijau dan budaya lokal yang kental, terdapat ratusan sekolah yang menjadi tempat tumbuhnya harapan.
“Bandung Barat harus melompat, bukan sekadar melangkah,” ujar Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail dalam salah satu kesempatan. Sejak menjabat beberapa bulan lalu, Bupati Jeje langsung tancap gas dengan melakukan berbagai terobosan, termasuk pengangkatan dan pelantikan 3.362 PPPK dan 26 CPNS pada 16 April 2025.
Tak hanya itu, kepeduliannya terhadap kondisi sekolah yang rusak dibuktikan dengan respon cepat terhadap pengaduan masyarakat melalui media sosial. “Kami ingin semua anak belajar di tempat yang layak. Sekolah yang rusak harus segera diperbaiki,” ujar Bupati Jeje.
Ia juga telah melakukan audiensi dengan perwakilan guru honorer dan tenaga kependidikan, serta menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan dan peran guru. “Guru adalah garda terdepan dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Maka kami di Bandung Barat akan terus berpihak kepada mereka,” tegasnya.
Kolaborasi antara Bupati Jeje Richie Ismail dan Wakil Bupati H. Asep Ismail dengan legislatif juga menunjukkan sinyal positif. DPRD melalui Komisi IV menegaskan dukungan terhadap visi besar pembangunan pendidikan yang AMANAH Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.
“Kami tidak ingin birokrasi pendidikan terjebak pada pola lama yang terlalu administratif dan kurang adaptif. Saatnya membuka ruang inovasi selebar-lebarnya demi kemajuan pendidikan di Bandung Barat,” ujar H. Mu’min Darjatuloh.
Hari Pendidikan Nasional 2025 bukan hanya momen refleksi, tapi juga panggilan untuk bergerak bersama. Dengan semangat berjamaah, seluruh elemen di Kabupaten Bandung Barat bersatu mewujudkan pendidikan yang lebih baik, lebih merata, dan lebih bermakna.
“Pendidikan bukan sekadar proses di dalam kelas, melainkan proses hidup yang berkelanjutan. Mari kita bangun bersama pendidikan yang amanah, demi Bandung Barat yang cemerlang dan Indonesia yang gemilang,” tutup H. Mu’min.***
![]()









