Bandung Barat, (Tabloidpilarpost.com) – Di tengah kemegahan Bendungan Waduk Cirata, tersembunyi Kampung Cijuhung Desa Margaluyu, tempat di mana semangat belajar berkobar meski jauh dari akses perkotaan.
Para warga setempat bersatu untuk memperbaiki kondisi Sekolah Dasar dan Menengah Pertama kelas jauh yang menjadi sumber ilmu bagi generasi masa depan, meskipun akses menuju kesana dipenuhi tantangan. Kamis, (15/02/2024).
Perjalanan menuju kampung ini bukanlah hal mudah, dengan jalan berlubang dan tikungan curam, serta ekspedisi melintasi waduk yang dihiasi oleh hamparan eceng gondok yang melimpah.
Sekolah yang menjadi satu-satunya pelita pendidikan di daerah tersebut telah lama menghadapi tantangan. Bangunannya yang lapuk dan kurangnya fasilitas memadai menjadi perhatian serius bagi warga dan pemimpin lokal.
Mendengar aspirasi dan melihat langsung kondisi memprihatinkan sekolah, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif, mengambil langkah berani dengan kunjungan ke daerah terisolir tersebut.
Kunjungan historis ini menjadi titik balik bagi warga Cijuhung, memberikan harapan baru untuk pembenahan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya.
“Dengan menyaksikan sendiri kondisi sekolah ini, kami berharap bantuan dan perhatian dari pemerintah dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di kampung kami,” ujar Nita, seorang ibu yang anaknya belajar di SD Cibungur.
Para siswa pun tak kalah antusias, dengan harapan agar gedung sekolah dan perlengkapan belajar segera diperbaiki. Permintaan mereka didengar oleh Pj Bupati, yang menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama.
“Tidak hanya sekolah, fasilitas kesehatan dan transportasi juga akan kami perhatikan dengan serius. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cijuhung secara menyeluruh,” tegas Arsan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat, semangat warga Cijuhung dalam mencerdaskan generasi penerusnya semakin berkobar, membawa harapan akan masa depan yang lebih baik bagi pendidikan di daerah terpencil ini. (RED)









