Malang, (tabloidpilarpost.com) – Kondisi jalan raya di kawasan Jurang Kreweng, Dusun Sumbernanas, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, kian mengkhawatirkan setelah sebagian bahu jalan mengalami longsor dan ambles akibat hujan deras pada Senin (2/11/2026).
Kerusakan yang menggerus sisi jalan menuju jurang tersebut kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, longsor susulan dikhawatirkan memperparah kerusakan hingga berpotensi memutus akses transportasi warga.
Pantauan awak media di lokasi pada Kamis (5/11/2026) menunjukkan kondisi jalan yang rawan. Arus kendaraan dari dua arah terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup. Pengendara sepeda motor maupun mobil harus bergantian melintas untuk menghindari bagian aspal yang berada di dekat titik amblesan.
Situasi semakin berisiko ketika hujan kembali turun, terlebih kondisi penerangan jalan pada malam hari disebut warga masih minim.
Kepala Desa Gedangan, Hendrik Kridyanto, membenarkan bahwa lokasi longsor tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat antarkecamatan.
Pemerintah desa bersama warga dan jajaran kepolisian telah melakukan langkah awal untuk mengantisipasi kecelakaan, termasuk memasang garis polisi serta membersihkan pasir dan material yang berpotensi membuat jalan licin.
“Kami dari pihak pemerintah desa bersama warga dan jajaran Polsek langsung memasang garis polisi di lokasi amblesan. Kami juga membersihkan sisa pasir dan material agar jalan tidak terlalu licin. Kami sangat berharap ada penanganan darurat yang cepat karena kerusakannya cukup parah,” ujar Hendrik.
Meski langkah pengamanan sementara telah dilakukan, warga menilai hal tersebut belum cukup. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Malang melalui instansi teknis segera melakukan pemeriksaan dan penanganan agar kerusakan tidak semakin meluas.
Kekhawatiran juga disampaikan Supardi (45), warga Dusun Sumbernanas yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk beraktivitas ke pasar.
Ia mengaku was-was karena kondisi jalan yang ambles dinilai membahayakan, terutama pada malam hari ketika penerangan sangat terbatas.
“Kami sebagai masyarakat meminta kepada Bapak Bupati Malang untuk segera turun tangan memperbaiki jalan ini. Longsor ini sangat membahayakan nyawa pengendara yang lewat, apalagi kalau malam tidak ada penerangan yang cukup. Kalau dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan, kami takut jalan ini akan putus total dan desa kami terisolasi,” keluh Supardi.
Keluhan serupa disampaikan Rizal, warga setempat. Ia berharap Bupati Malang Sanusi segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut karena dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan utama, tetapi juga warga yang tinggal di kawasan bawah.
Menurut Rizal, akses menuju permukiman dan masjid cukup sempit. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyulitkan mobilitas warga, terutama ketika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan akses transportasi darurat.
Ia meminta agar pemerintah tidak menunda penanganan karena keselamatan dan kebutuhan mobilitas masyarakat harus menjadi prioritas.
Hingga Kamis (5/11/2026), warga masih berharap adanya penanganan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang didesak segera menurunkan tim teknis untuk memeriksa kondisi tanah, struktur jalan, serta potensi longsor susulan.
Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Gedangan terus mengimbau pengendara agar mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Jurang Kreweng, khususnya ketika hujan turun.
Kini masyarakat menunggu langkah nyata pemerintah daerah. Persoalannya bukan sekadar kerusakan bahu jalan, melainkan keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan akses warga.
Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah jalan benar-benar terputus atau jatuh korban jiwa. Warga berharap pemerintah segera hadir dengan langkah darurat dan rencana perbaikan permanen yang terukur.
![]()









