Malang, (tabloidpilarpost.com) – Kondisi aliran Sungai Ketawang yang melintasi Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dikeluhkan warga. Tumpukan sampah domestik berupa plastik, popok bayi, hingga ranting pohon terlihat mencemari aliran sungai yang pada Rabu (4/11/2026) tampak keruh kecokelatan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, tumpukan sampah dikhawatirkan menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir ketika curah hujan tinggi.
Salah seorang warga Desa Ketawang, Boning, mengatakan penumpukan sampah telah berlangsung cukup lama dan kondisinya disebut semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Ia juga mengeluhkan bau tidak sedap yang semakin menyengat, terutama saat siang hari.
“Kami warga yang tinggal di dekat bantaran sungai sangat terganggu. Bau busuknya menyengat sekali kalau siang. Selain itu, kami juga takut kalau dibiarkan terus, genangan sampah ini jadi sarang nyamuk demam berdarah dan memicu banjir saat curah hujan tinggi,” ujar Boning.
Boning menduga sampah yang menumpuk di sungai tidak seluruhnya berasal dari warga sekitar. Menurutnya, terdapat dugaan orang dari luar desa membuang bungkusan sampah ke sungai ketika melintas pada malam hari.
Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Namun, persoalan ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan dan kesadaran masyarakat agar sungai tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.
Warga lainnya, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menilai keterbatasan fasilitas penampungan dan pengelolaan sampah di lingkungan turut menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Ia berharap Pemerintah Desa Ketawang bersama dinas terkait di Kabupaten Malang dapat mencari solusi yang konkret, baik melalui penyediaan fasilitas pengelolaan sampah maupun pembersihan sungai yang telah dipenuhi sampah.
“Kami sangat berharap ada tindakan tegas dari pemerintah desa. Kalau bisa dibuatkan tempat pembuangan sampah yang resmi (TPS3R) di desa ini agar warga tidak bingung membuang sampahnya ke mana. Selain itu, kami juga butuh bantuan alat berat atau kerja bakti massal bersama dinas terkait untuk mengangkut sampah yang sudah telanjur menumpuk di dasar sungai,” ungkapnya.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dan dinas yang membidangi sumber daya air segera meninjau kondisi Sungai Ketawang.
Mereka meminta adanya langkah nyata untuk membersihkan sampah, memeriksa kondisi aliran sungai, serta menilai kebutuhan pengerukan atau normalisasi apabila berdasarkan pemeriksaan teknis diperlukan.
Warga juga menyebut pengerukan sungai sudah lama tidak dilakukan. Dengan memasuki musim hujan, mereka khawatir kondisi sungai yang dipenuhi sampah dapat memperburuk aliran air apabila tidak segera ditangani.
Meski demikian, penyebab dan tingkat risiko banjir di lokasi tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung oleh instansi berwenang.
Penanganan persoalan ini tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah yang telah menumpuk. Penyediaan sarana pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, serta pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan juga diperlukan agar pencemaran tidak terus berulang.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ketawang maupun dinas terkait mengenai rencana penanganan kondisi Sungai Ketawang.
Warga berharap keluhan mereka segera mendapat respons agar kebersihan lingkungan terjaga, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan, dan aliran sungai tetap berfungsi dengan baik saat curah hujan meningkat.
![]()









