tabloidpilarpost.comSERANG – Langkah hukum yang diambil oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten dalam menangani kasus Fam Fuk Jhong menuai tanda tanya besar dari pihak Aktivis Sang Penjaga Marwah Polri Presisi, King Naga, Pasalnya surat undangan menghadiri gelar perkara dikirimkan secara mendadak, hanya berselang satu jam sebelum jadwal pelaksanaan dimulai.
Undangan resmi dari penyidik baru diterima oleh pihak terkait pada pukul 09.00 WIB, sementara agenda gelar perkara telah dijadwalkan berjalan pada pukul 10.00 WIB di hari yang sama. Jeda waktu yang sangat sempit ini dinilai tidak wajar dan memicu spekulasi negatif mengenai profesionalisme serta transparansi penegakan hukum di wilayah hukum Polda Banten.
“Kami sangat menyayangkan manajemen administrasi dan pemanggilan dari Ditreskrimum Polda Banten dalam perkara ini. Bagaimana mungkin sebuah agenda krusial seperti gelar perkara disampaikan hanya satu jam sebelum acara? Tindakan ini sangat tidak patut dan terkesan dipaksakan,” ujar King Naga.
Menurut King Naga, keterbatasan waktu ini merugikan Pelapor/Korban karena menghilangkan hak untuk mempersiapkan bukti-bukti, argumen hukum, serta koordinasi tim secara maksimal. Gelar perkara merupakan tahapan penting untuk menguji validitas sebuah laporan, sehingga prosesnya harus berjalan objektif dan memberikan ruang yang adil bagi semua pihak yang berperkara.
Situasi mendadak ini memicu pertanyaan besar: Ada apa dengan Ditreskrimum Polda Banten? Mengapa ada kesan terburu-buru dan pemaksaan kehendak untuk menuntaskan agenda ini tanpa mengindahkan asas kepatutan waktu dalam hukum acara.
Hingga rilis ini diturunkan, King Naga Sang Penjaga Marwah Polri Presisi mendesak agar Kapolda Banten mengevaluasi kinerja jajaran Ditreskrimum agar proses hukum berjalan tegak, adil, transparan, dan terbebas dari indikasi pesanan atau keberpihakan sepihak. King Naga juga mempertimbangkan untuk melaporkan ketidakpatutan prosedur ini ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Banten demi menjaga marwah institusi Polri yang presisi.
![]()








