Lebak, (tabloidpilarpost.com) Keong sawah selama ini lebih dikenal sebagai hama yang mengganggu tanaman di area persawahan. Namun, di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University 2026 Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, keong sawah justru diperkenalkan sebagai potensi sumber bahan pakan alternatif yang bernilai ekonomis.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui Workshop Pakan EMAS (Edukasi Manfaat Keong Sawah sebagai Pakan Alternatif) yang digelar Kamis, 30 Juli 2026, di Balai Desa Sukatani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKNT Inovasi IPB University di bidang peternakan dan perikanan, sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara lebih produktif.
Workshop diikuti perangkat desa, pembudidaya ikan, kelompok tani, serta masyarakat Desa Sukatani.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai karakteristik keong sawah, potensi kandungan nutrisinya, hingga tahapan pengolahan sebelum digunakan sebagai bahan pakan.
Selama ini, keberadaan keong sawah di lahan pertanian kerap dianggap sebagai persoalan karena dapat mengganggu tanaman. Melalui pendekatan inovatif, mahasiswa KKNT mengajak masyarakat melihat keong sawah dari sudut pandang berbeda.
Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai hama tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pakan alternatif apabila diolah dengan cara yang tepat.
Selain mudah ditemukan di lingkungan sekitar, pemanfaatan keong sawah juga berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan komersial sehingga biaya produksi budidaya ikan dapat ditekan.
Workshop Pakan EMAS tidak hanya berisi pemaparan materi. Peserta juga diajak mengikuti demonstrasi langsung proses pengolahan keong sawah.
Mahasiswa memperagakan sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan, perebusan, pemisahan daging dari cangkang hingga pencacahan.
Demonstrasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai proses pengolahan yang tepat sebelum bahan dimanfaatkan dalam kegiatan budidaya.
Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai penerapan pakan alternatif tersebut sesuai dengan kondisi usaha budidaya ikan yang mereka jalankan.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif menanyakan berbagai hal, mulai dari kandungan nutrisi, teknik pengolahan, penyimpanan hingga penerapannya dalam pemberian pakan ikan.
Program Pakan EMAS membawa pesan bahwa potensi ekonomi desa tidak selalu berasal dari sumber daya yang sejak awal memiliki nilai jual tinggi.
Keong sawah yang selama ini identik dengan hama justru dapat menjadi contoh bagaimana sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui inovasi sederhana dan pengolahan yang tepat, sumber daya yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan keong sawah juga berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni menyediakan alternatif bahan pakan sekaligus membantu mengendalikan keberadaan keong di area pertanian.
Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap pengetahuan yang diberikan melalui Workshop Pakan EMAS tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Masyarakat Desa Sukatani diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan tersebut secara mandiri dan menyesuaikannya dengan kebutuhan usaha budidaya ikan masing-masing.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kelompok tani, pembudidaya ikan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dapat diarahkan pada inovasi yang sederhana, aplikatif, dan memiliki peluang memberikan nilai tambah.
Pakan EMAS bukan sekadar memperkenalkan keong sawah sebagai bahan pakan alternatif. Lebih dari itu, program tersebut mengajak masyarakat Desa Sukatani mengubah cara pandang terhadap potensi di sekitar mereka dari sesuatu yang dianggap mengganggu menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara bijak dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.








