RANGKASBITUNG, LEBAK – tabloidpilarpost.com Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Menyikapi kembali terjadinya kecelakaan tunggal di kawasan Tanjakan Bang Arum, tokoh Banten Ki Bangkol menyampaikan dukungan penuh kepada Ketua DPC Badak Banten Rangkasbitung dalam mengajak masyarakat untuk mengedepankan budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kewaspadaan di jalur yang dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan.
Menurut Ki Bangkol, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan. Peristiwa kecelakaan yang terjadi hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar bersama-sama memperkuat upaya pencegahan, baik melalui peningkatan kesadaran pengguna jalan maupun perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan sarana pendukung keselamatan.
«”Saya mendukung penuh langkah Ketua DPC Badak Banten Rangkasbitung dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan di Tanjakan Bang Arum. Semoga seluruh korban diberikan kesembuhan dan peristiwa serupa tidak kembali terulang. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” ujar Ki Bangkol.»
Ki Bangkol juga mengimbau seluruh pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi Tanjakan Bang Arum, khususnya ketika kondisi jalan licin akibat hujan, jarak pandang terbatas, maupun saat arus lalu lintas padat. Pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum bepergian, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta menjaga kecepatan kendaraan merupakan langkah sederhana yang dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan.
Sementara itu, Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Nagga, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh elemen masyarakat yang terus mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
«”Kami mendukung penuh setiap langkah yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat. Tanjakan Bang Arum harus menjadi perhatian bersama agar upaya pencegahan terus ditingkatkan. Kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta mengutamakan keselamatan harus menjadi budaya yang kita bangun bersama,” kata King Nagga.»
Ia menambahkan bahwa edukasi keselamatan tidak boleh berhenti hanya ketika terjadi kecelakaan. Menurutnya, sosialisasi mengenai keselamatan berkendara perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dapat menumbuhkan budaya disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat.
«”Mari kita jadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada kembali ke rumah dengan selamat. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan,” tegasnya.»
Dukungan yang disampaikan Ki Bangkol dan King Nagga diharapkan menjadi dorongan positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan peran aktif semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan.
Melalui momentum ini, seluruh pihak juga diharapkan terus memperkuat edukasi keselamatan, melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan kecelakaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas demi meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.
Pesan keselamatan yang kembali digaungkan adalah: “Utamakan Keselamatan, Bukan Kecepatan.” Sebab, tujuan utama setiap perjalanan bukan hanya sampai di tempat tujuan, tetapi juga kembali pulang dengan selamat bersama keluarga.
(Redaksi Tabloid Pilar Post)
![]()








