Pada masa Orde Baru, kebebasan berpendapat masih sangat dibatasi. Sejumlah peristiwa penangkapan oleh ABRI dan proses pengadilan yang berujung pada pembebasan para tersangka karena dinyatakan tidak bersalah, memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan aparat keamanan dan penguasa dalam berbagai kasus pelanggaran HAM.
Salah satu peristiwa yang paling dikenang adalah kasus Marsinah. Keberanian Marsinah dalam menyuarakan hak-hak buruh kala itu dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas industri, yang menjadi isu sensitif di era kepemimpinan Presiden Soeharto.
Di kalangan aktivis, Marsinah dipandang sebagai korban sistem represif Orde Baru. Ia bukan sekadar buruh biasa, melainkan simbol perlawanan rakyat kecil yang berani bersuara namun akhirnya dibungkam oleh kekuasaan.
Banyak pihak menilai bahwa pengakuan negara terhadap Marsinah merupakan langkah moral yang penting. Namun demikian, pengakuan tersebut dinilai belum sepenuhnya menghadirkan keadilan yang sesungguhnya.
Sejumlah aktivis menegaskan, penghargaan terhadap Marsinah seharusnya diiringi dengan langkah konkret dalam penegakan hak-hak pekerja dan perlindungan buruh di Indonesia.
Pewarta >> Ds A®









