LEBAK, (tabloidpilarpost.com) — Kondisi jalan poros kabupaten di wilayah Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, sungguh memprihatinkan. Jalan yang menjadi salah satu akses menuju Kantor Kecamatan Wanasalam itu dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan di sejumlah titik badan jalan terlihat amblas dan kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Kerusakan infrastruktur yang semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah tersebut kini memunculkan kekhawatiran, terutama menjelang musim penghujan. Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan dikhawatirkan semakin memburuk dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelayanan pemerintahan.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung awak media Tabloid Pilar Post di lokasi pada Senin (2/11/2026), kerusakan jalan bukan hanya terjadi di satu titik. Sejumlah bagian jalan di wilayah Desa Bejod mengalami kerusakan cukup parah, sehingga membutuhkan penanganan dan perbaikan secara serius dari pihak yang berwenang.
Awak media Tabloid Pilar Post juga melakukan konfirmasi kepada unsur Kecamatan Wanasalam terkait kondisi infrastruktur tersebut. Dari hasil konfirmasi, pihak kecamatan menyampaikan bahwa usulan perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, hingga saat ini, belum terlihat adanya tanggapan serius yang berujung pada penanganan nyata di lapangan.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama. Sebab, jalan kabupaten bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, melainkan infrastruktur penting yang menopang mobilitas warga, kegiatan ekonomi, serta kelancaran pelayanan publik.
Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menambah beban masyarakat. Warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut harus menghadapi kondisi jalan yang tidak layak, sementara risiko kerusakan yang semakin parah dapat meningkat ketika intensitas hujan mulai tinggi.
Camat Wanasalam, Parid Surawan, S.E., bersama jajaran menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan berat tersebut. Terlebih, wilayah Lebak bagian selatan sebentar lagi memasuki periode musim penghujan yang dapat memperburuk kondisi infrastruktur apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Jalan yang sudah amblas dan rusak parah membutuhkan perhatian khusus agar kerusakannya tidak semakin meluas. Penanganan yang terlambat dikhawatirkan membuat perbaikan menjadi lebih sulit dan berdampak lebih besar terhadap aktivitas masyarakat.
Pihak Kecamatan Wanasalam berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan instansi teknis terkait. Usulan yang telah disampaikan berulang kali diharapkan tidak berhenti sebagai catatan administratif, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis dan langkah perbaikan yang nyata.
Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Wanasalam, Sehabudin, S.Sos., turut membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut memang memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan tidak hanya ditemukan pada satu lokasi, melainkan terdapat beberapa titik dengan kondisi yang cukup parah di wilayah Desa Bejod.
Fakta adanya kerusakan di sejumlah titik ini menunjukkan bahwa penanganan jalan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan tambal sulam pada bagian tertentu. Pemeriksaan kondisi badan jalan dan penentuan prioritas perbaikan menjadi penting agar penanganan yang dilakukan nantinya benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Apalagi, jalan tersebut merupakan akses penting menuju pusat pelayanan pemerintahan Kecamatan Wanasalam. Apabila kondisinya terus memburuk, bukan hanya kenyamanan pengguna jalan yang dipertaruhkan, melainkan juga kelancaran mobilitas masyarakat yang membutuhkan pelayanan di kantor kecamatan.
Persoalan ini semestinya menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya perangkat daerah yang membidangi pembangunan dan pemeliharaan jalan. Kerusakan infrastruktur yang sudah diketahui dan berulang kali diusulkan perlu segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret sesuai kewenangan, hasil pemeriksaan teknis, serta ketersediaan anggaran.
Masyarakat tentu berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada wilayah tertentu, tetapi juga menyentuh akses jalan yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga di pelosok daerah. Infrastruktur yang layak merupakan bagian penting dari pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
Kini, perhatian tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan instansi terkait: kapan jalan poros kabupaten di wilayah Desa Bejod akan mendapatkan penanganan yang semestinya?
Pertanyaan tersebut layak mendapat jawaban melalui tindakan nyata. Sebab, ketika jalan sudah amblas dan kerusakan semakin parah, yang dibutuhkan bukan sekadar pendataan atau janji perbaikan, melainkan langkah konkret yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Awak media Tabloid Pilar Post mendorong agar kondisi ini segera ditinjau oleh instansi berwenang, dilakukan penilaian teknis, serta ditetapkan langkah penanganan sesuai tingkat kerusakannya. Jika perbaikan permanen belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, langkah pengamanan sementara juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan.
Jangan sampai menunggu jalan semakin hancur atau muncul korban akibat kondisi yang membahayakan, baru penanganan dilakukan. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, terlebih saat musim penghujan semakin dekat.
Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Jalan yang layak bukanlah kemewahan bagi masyarakat, melainkan kebutuhan dasar yang harus diperjuangkan melalui pembangunan yang merata, responsif, dan bertanggung jawab. (Arman)








