WAY KANAN (tabloidpilarpost.com) – Camat Negeri Agung, Hepi Haryanto, S.E., menerima kunjungan Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar TNI (Mabes TNI) yang dipimpin Kolonel Mugiyarso. Kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Kampung Kali Papan, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan turut dihadiri personel Sekolah Komando Staf Angkatan Darat (Seskoat) dari Bandung, Jawa Barat, beserta jajaran. Hadir pula unsur Forkopimcam Negeri Agung, pimpinan PTPN 7, pimpinan PT Tebu Bunga Mayang, seluruh kepala kampung se-Kecamatan Negeri Agung beserta aparatur kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga.
Jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 300 orang, menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam sambutannya, Camat Negeri Agung Hepi Haryanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang telah hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Hepi, Pemerintah Kecamatan Negeri Agung sebelumnya juga telah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan memasang spanduk serta imbauan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
“Kecamatan Negeri Agung sendiri sebenarnya telah melakukan sosialisasi lebih awal terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yakni dengan cara memasang spanduk dan imbauan di titik-titik rawan kebakaran serta di persimpangan jalan yang mudah dilihat dan dibaca oleh masyarakat,” ungkap Hepi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah secara sembarangan.
“Mari kita jaga bumi kita, agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” pesannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tim Penyuluh Mabes TNI dengan tema “Mari Kita Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan.”
Dalam paparannya, tim memberikan pemahaman mengenai berbagai dampak Karhutla, mulai dari ancaman terhadap kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan hingga dampak terhadap perekonomian.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini guna meminimalkan potensi terjadinya kebakaran.
Sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah maupun aparat keamanan.
Melalui kegiatan ini, sinergitas antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, perusahaan dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla.
Terlebih, kondisi musim kemarau yang masih berlangsung dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, sehingga kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan perlu terus ditingkatkan.









