Way Kanan, (tabloidpilarpost.com) – Ribuan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati Lapangan Kampung Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, dalam rangkaian Pengajian Akbar memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80.
Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu, 30 Agustus 2026, tersebut berlangsung meriah namun tetap khidmat. Selain menjadi momentum mempererat silaturahmi, pengajian akbar ini juga menjadi ruang untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keagamaan, sosial, kemasyarakatan, serta pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati Way Kanan, Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Selan, Kepala Dinas P3APP&KB, Kabag Kesra, Anggota DPRD Way Kanan Maharatu, Camat Negeri Agung Hepi Haryanto, jajaran TP PKK, para kepala kampung, Pengurus PCNU Way Kanan, Pengurus Muslimat NU, Pengurus MWC NU, LTN NU, Banom NU, kader NU, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah yang diwakili Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Selan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pengajian Akbar tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, kami menyambut baik pelaksanaan pengajian ini. Kegiatan pengajian tentu menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Kabupaten Way Kanan yang unggul dan sejahtera, sehingga cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat tercapai,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga menyampaikan ucapan selamat Harlah Muslimat NU ke-80 kepada seluruh jajaran Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Way Kanan.
Pemkab menilai Muslimat NU selama ini telah mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat. Peran organisasi perempuan tersebut dinilai tidak terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi juga dapat diperluas dalam bidang sosial, kemasyarakatan, kebudayaan hingga pembangunan bangsa dan negara.
“Peran kaum perempuan sangat penting. Kaum ibu tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan rumah tangga, tetapi juga diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga menyatakan akan terus memberikan ruang serta dukungan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki untuk menunjang kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan.
Momentum Harlah Muslimat NU ke-80 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dengan pemerintah daerah.
Sejumlah sektor dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi, di antaranya penanganan stunting, pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat serta berbagai program sosial lainnya.
“Dengan jumlah anggota Muslimat NU dan warga NU yang begitu besar, kami berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dan mendukung pemerintah daerah dalam proses pembangunan maupun dalam upaya mewujudkan Way Kanan yang unggul dan sejahtera,” pungkasnya.
Rangkaian Pengajian Akbar Harlah Muslimat NU ke-80 juga diisi dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan KH. Mukhayat, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Rumbia, Lampung Tengah.
Kehadiran ribuan jamaah membuat kegiatan tersebut berlangsung semarak. Namun, seluruh rangkaian acara tetap berjalan dengan suasana tertib dan penuh kekhidmatan.
Peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 di Way Kanan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, pemberdayaan perempuan, sekaligus memperluas kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan dan masyarakat, Muslimat NU diharapkan semakin mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta ikut mendorong terwujudnya Kabupaten Way Kanan yang unggul dan sejahtera.









