Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Forum Jurnalis Republik Indonesia (FJRI) Kabupaten Bantaeng menggelar Dialog Interaktif bersama Polres Bantaeng di Warkop Mas Daeng FJRI, Jalan Andi Mannapiang, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kamis (6/8/2026).
Mengusung tema “Cidong Landang: Membangun Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum yang Tegas dan Humanis”, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi terbuka untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, insan pers, LSM, aktivis, dan masyarakat dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dialog menghadirkan Wakapolres Bantaeng Kompol Andi Iqbal, S.Pd., M.H., didampingi Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M. Kegiatan tersebut diikuti para jurnalis, aktivis, pegiat organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakapolres Bantaeng menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kepercayaan publik harus dijaga melalui pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis. Penegakan hukum yang tegas harus berjalan seiring dengan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sehingga masyarakat merasa terlindungi dan memperoleh kepastian hukum,” ujar Kompol Andi Iqbal.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta komunikasi yang baik antara kepolisian, media, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian.
Sementara itu, Ketua FJRI Kabupaten Bantaeng, Fitriani Aulia Rizka, yang juga bertindak sebagai moderator, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen FJRI dalam menghadirkan ruang diskusi yang terbuka, sehat, dan konstruktif.
“Kami ingin berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibahas secara terbuka sehingga mampu melahirkan solusi bersama. Sinergi antara aparat penegak hukum, media, dan masyarakat merupakan kunci menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan harmonis,” katanya.
Selama dialog berlangsung, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, dan pandangan terkait pelayanan kepolisian, penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga pentingnya kolaborasi Polri dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada publik.
Forum ini juga menjadi momentum mempererat kemitraan strategis antara Polres Bantaeng dan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi publik, memperkuat fungsi kontrol sosial media, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Di penghujung kegiatan, FJRI Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, media, organisasi masyarakat, dan warga dalam mewujudkan Kabupaten Bantaeng yang aman, kondusif, serta memiliki budaya penegakan hukum yang adil, transparan, dan humanis.









