Malang, (tabloidpilarpost.com) – Manajemen Perum Jasa Tirta I (PJT I) akhirnya mengubah kebijakan penutupan akses kendaraan roda empat di puncak Bendungan Lahor, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Keputusan tersebut diambil setelah aksi unjuk rasa ratusan warga dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar yang memprotes penutupan jalur penghubung kedua wilayah tersebut, Minggu (2/8/2026).
Aksi yang berlangsung di depan Kantor PJT I Karangkates sempat diwarnai ketegangan hingga massa menjebol portal pembatas. Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.
Warga menilai penutupan total akses kendaraan roda empat berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur di atas Bendungan Lahor selama ini menjadi akses utama bagi warga untuk kegiatan perdagangan, distribusi hasil pertanian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Koordinator aksi, Hadi Wiyono atau yang akrab disapa Pak Dur, mengatakan kebijakan tersebut telah menghambat mobilitas ribuan warga di dua kabupaten.
“Persoalan ini bukan sekadar penutupan sebuah jalur. Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas ribuan masyarakat, termasuk untuk kegiatan perdagangan, distribusi hasil pertanian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan,” tegas Hadi.
Menanggapi tuntutan tersebut, manajemen PJT I menggelar audiensi bersama perwakilan warga dan menghasilkan kesepakatan baru.
Kepala Divisi Jasa ASA WS Brantas PJT I, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa akses kendaraan roda empat kini kembali dibuka setiap hari mulai pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“PJT I terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Namun keamanan dan keandalan bendungan tetap menjadi prioritas. Kami berharap penyesuaian ini dapat menjadi solusi yang dapat diterima bersama,” ujarnya.
Meski demikian, pembatasan tetap diberlakukan pada pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB mengingat Bendungan Lahor merupakan Objek Vital Nasional yang memerlukan pengamanan khusus.
Sebagai solusi bagi warga yang masih membutuhkan akses pada malam hari, kendaraan roda dua diperbolehkan melintas menggunakan kartu akses khusus. Sementara itu, PJT I juga menetapkan tarif administrasi simbolis sebesar Rp1 untuk keperluan transaksi dalam sistem.
Pasca tercapainya kesepakatan, kondisi di kawasan Bendungan Lahor kembali kondusif. Personel TNI dan Polri masih disiagakan untuk menjaga keamanan serta memastikan aktivitas masyarakat berlangsung dengan tertib.
![]()









