Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan masyarakat pesisir dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata. Saat akses utama menuju bibir Pantai Bagedur, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tergenang air akibat saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, pengelola pantai bersama para pedagang memilih tidak tinggal diam.
Tanpa menunggu bantuan pemerintah, mereka turun langsung memperbaiki akses jalan secara swadaya agar kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas. Langkah cepat itu dilakukan demi menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan denyut perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata.
Sejak Rabu pagi (1/7/2026), kawasan Pantai Bagedur dipenuhi suasana kebersamaan. Dengan peralatan sederhana, para pengelola dan pedagang bahu-membahu mengisi karung pasir, menyusunnya menjadi tanggul darurat, serta meratakan badan jalan yang sebelumnya tertutup genangan air.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan terjadi akibat saluran drainase yang tidak mampu mengalirkan air secara maksimal karena kontur pasir di sekitar bibir pantai lebih tinggi daripada jalur pembuangan air. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap hingga menutup sebagian akses utama menuju kawasan wisata.
Meski hanya berupa penanganan sementara, langkah tersebut terbukti mampu mengembalikan akses kendaraan sehingga aktivitas wisata tetap berjalan dan para pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Bagedur tanpa hambatan berarti.
Dokumentasi yang dihimpun Tabloid Pilar Post memperlihatkan tingginya kepedulian masyarakat. Ada yang memikul karung pasir, menyusun tanggul darurat, hingga meratakan jalan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan. Potret kebersamaan itu menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga aset wisata daerah.
Pengelola Pantai Bagedur, Yoga, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Kami bersama para pedagang berinisiatif melakukan gotong royong agar akses menuju bibir Pantai Bagedur kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami ingin setiap wisatawan merasa nyaman saat datang berlibur. Pantai Bagedur merupakan aset wisata yang harus kita jaga bersama, sehingga kami memilih bergerak cepat sambil menunggu adanya penanganan yang lebih permanen,” ujar Yoga.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung.
Yoga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur kawasan wisata, khususnya penataan sistem drainase dan perbaikan akses jalan secara permanen.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak bersama instansi terkait dapat segera membangun sistem drainase yang lebih baik serta memperbaiki akses jalan secara permanen. Dengan infrastruktur yang memadai, kunjungan wisatawan tentu akan meningkat dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Harapan serupa disampaikan salah seorang pedagang di kawasan Pantai Bagedur yang meminta namanya tidak dipublikasikan. Menurutnya, akses jalan merupakan faktor utama yang menentukan jumlah kunjungan wisatawan.
“Kalau akses menuju pantai tergenang, biasanya wisatawan ragu untuk masuk. Dampaknya langsung terasa karena pembeli menjadi berkurang. Hari ini kami bergotong royong agar jalan bisa kembali dilalui kendaraan. Yang kami pikirkan bukan hanya usaha kami, tetapi juga kenyamanan para pengunjung. Kalau wisatawan nyaman, mereka pasti akan datang kembali,” tuturnya.
Ia berharap persoalan genangan air tidak lagi berulang sehingga aktivitas wisata dapat berlangsung tanpa hambatan.
“Kami berharap ada solusi permanen. Pantai Bagedur adalah tempat kami mencari nafkah. Karena itu kami akan terus menjaga pantai ini bersama-sama,” ujarnya.
Pantai Bagedur sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lebak yang setiap akhir pekan maupun musim liburan selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi akses jalan yang baik menjadi faktor penting dalam menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan pengelola dan para pedagang menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Namun demikian, penanganan secara swadaya tidak dapat menjadi solusi jangka panjang.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penataan sistem drainase dan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh agar Pantai Bagedur semakin tertata, aman, nyaman, serta mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Lebak.









