Muratara,(tabloidpilarpost.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Musi Rawas Utara ke-13, yang berlangsung khidmat di ruang rapat paripurna DPRD Muratara.
Sidang paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muratara, Devi Arianto, SH., M.AP., didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD serta dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni, Wakil Bupati H. Junius Wahyudi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mantan pejabat daerah, tokoh masyarakat, alim ulama, kepala desa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Muratara ke-13 tahun ini mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Muratara Maju”.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Muratara, Devi Arianto, menegaskan bahwa persatuan merupakan pondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia mengibaratkan persatuan seperti segenggam lidi yang akan mudah dipatahkan jika berdiri sendiri, namun menjadi kuat ketika disatukan.
“Semangat berjuang harus dimaknai sebagai kerja keras dan pengorbanan tanpa henti, sedangkan makna maju adalah terus bergerak ke depan demi mewujudkan Muratara yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” ujarnya.
Sebagai lembaga legislatif, lanjut Devi, DPRD berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Setiap kebijakan yang lahir harus berpihak kepada rakyat dan mampu menjawab tantangan zaman. Sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, dan seluruh masyarakat menjadi kunci utama mewujudkan Muratara yang indah, damai, dan makmur,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tokoh pendiri serta pejuang pemekaran daerah yang telah berupaya menghadirkan Kabupaten Muratara sebagai daerah otonomi baru pada tahun 2013.
Memasuki usia ke-13 tahun, Bupati memaparkan sejumlah capaian pembangunan berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025. Di antaranya, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 15,25 persen dari sebelumnya 17,38 persen, sehingga sekitar 4.000 jiwa berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muratara meningkat menjadi 71,39 poin atau masuk kategori tinggi, naik sebesar 0,94 poin dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,03 persen yang didorong oleh sektor perkebunan kelapa sawit dan karet. Tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan hingga berada pada angka 4,78 persen.
Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan keuangan daerah akibat menurunnya pendapatan dan keterlambatan penyaluran dana dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut, kata Bupati, berdampak pada perlambatan pembangunan infrastruktur jalan, listrik, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil.
“Kita harus bijak mengelola anggaran. Hematkan biaya untuk hal-hal yang tidak mendesak dan alihkan untuk kepentingan rakyat. Bangunlah sedikit tetapi bermanfaat, serta sampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat. Jangan saling menyalahkan, namun tetap bersatu dalam keterbatasan,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan karena peringatan HUT Muratara tahun ini digelar secara sederhana tanpa menghadirkan tamu dari luar daerah, sebagai bentuk efisiensi anggaran di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi tantangan.
“Kesederhanaan ini tidak mengurangi makna dan semangat kita untuk terus membangun Muratara. Mari kita tetap sabar, menjaga kedamaian, dan bekerja keras demi mewujudkan cita-cita bersama,” pungkasnya.
![]()









