Banten, (tabloidpilarpost.com) – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada sebuah tonggak sejarah yang menjadi fondasi berdirinya negara ini. Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang telah menyatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Tepat 81 tahun lalu, pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang dasar negara dalam sidang BPUPKI. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi Pancasila, ideologi bangsa yang hingga hari ini menjadi perekat persatuan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, derasnya arus informasi digital, serta berbagai tantangan sosial yang terus berubah, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan. Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi juga kompas moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah perbedaan.
Kepala Perwakilan Wilayah Banten Media Cetak Nasional Tabloid Pilar Post, Achmad Khotib, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.
“Pancasila adalah rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai persaudaraan, gotong royong, kemanusiaan, dan keadilan yang harus terus kita rawat bersama. Tantangan zaman boleh berubah, tetapi nilai-nilai Pancasila tidak boleh pudar,” ujar Achmad Khotib.
Menurutnya, menjaga Indonesia tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. Menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga kerukunan lingkungan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila yang sederhana namun memiliki dampak besar bagi kehidupan berbangsa.
Semangat itu masih dapat ditemukan di berbagai pelosok negeri. Dari warga yang bergotong royong memperbaiki jalan desa, membantu tetangga yang tertimpa musibah, hingga menjaga kerukunan antarumat beragama. Semua menjadi bukti bahwa Pancasila tidak hanya hidup dalam buku pelajaran atau upacara kenegaraan, melainkan tumbuh dan berdenyut dalam kehidupan masyarakat setiap hari.
Pers dan Pancasila: Menjaga Kebenaran di Tengah Arus Informasi
Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Achmad Khotib juga menyoroti pentingnya peran insan pers dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa batas, jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perjuangan tersebut sering kali tidak terlihat oleh publik. Banyak jurnalis yang harus menempuh perjalanan jauh ke pelosok daerah, menghadapi keterbatasan sarana, hingga bekerja di bawah tekanan waktu demi memastikan fakta dapat tersampaikan kepada masyarakat.
“Jurnalis bukan hanya pencatat peristiwa. Di balik setiap berita yang terbit, terdapat tanggung jawab untuk menjaga kebenaran, menyuarakan kepentingan rakyat, dan memastikan nilai-nilai kemanusiaan tetap hadir dalam setiap karya jurnalistik. Itulah mengapa semangat Pancasila harus selalu menjadi landasan dalam menjalankan profesi ini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar di era digital saat ini bukan hanya kecepatan informasi, tetapi juga maraknya hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan berbagai konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Karena itu, media yang profesional, independen, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat dan mencerdaskan masyarakat.
Di berbagai daerah Indonesia, para jurnalis terus menjalankan tugasnya tanpa mengenal batas waktu. Dari desa-desa terpencil, kawasan pesisir, daerah perbatasan, hingga pusat pemerintahan, mereka berupaya menghadirkan suara masyarakat yang sering kali tidak terdengar.
Banyak persoalan publik yang akhirnya mendapat perhatian luas, berbagai aspirasi rakyat yang tersampaikan, hingga perubahan yang lahir berkat kerja jurnalistik yang dilakukan dengan dedikasi tinggi.
Persatuan Adalah Kekuatan Bangsa
Bagi Achmad Khotib, masa depan Indonesia akan tetap cerah selama nilai-nilai Pancasila terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa persatuan merupakan kekuatan terbesar yang membuat Indonesia mampu melewati berbagai ujian zaman, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga tantangan global saat ini.
“Mari jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan, menumbuhkan kembali semangat gotong royong, serta menjaga ruang informasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat. Indonesia akan tetap kuat apabila seluruh anak bangsanya menjaga persatuan dan menempatkan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan,” tuturnya.
Hari Lahir Pancasila bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Lebih dari itu, ia adalah panggilan untuk masa depan. Sebuah pengingat bahwa bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari perbedaan, melainkan bangsa yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk melangkah bersama.
Dan di tengah perjalanan panjang bangsa itu, jurnalis akan terus hadir, mencatat sejarah, menyuarakan harapan rakyat, serta menjaga nyala kebenaran agar tetap menerangi jalan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Memperkokoh Persatuan, Pers Menjaga Kebenaran, Indonesia Melangkah Menuju Kemajuan.
![]()









